Krisis Stok Cairan Cuci Darah, RSUD Chasan Boesoeri Dinilai Lalai dan tak Profesional
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoeri. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Krisis Stok Cairan Cuci Darah, RSUD Chasan Boesoeri Dinilai Lalai dan tak Profesional

Sementara itu, pihak RSUD Chasan Boesoeri melalui Kepala Bidang (Kabid) Hukum dan Humasnya, Floriyani Sumtaki membenarkan hal ini.

Ia mengaku adanya keterlambatan pengiriman cairan dari distributor atau pihak ketiga akibat cuaca buruk. langkah alternatif mengambil stok cairan sementara dari Tobelo dan Tidore.

“Langkah alternatifnya, kami mengambil meminta stok dari Tobelo dan Tidore. Nanti cairannya tiba baru diganti,” akunya saat ditemui Pijarpena.id di ruang kerjanya, Rabu (06/08/2025).

Ia mengatakan, cairan tersebut kemungkinan tiba di Ternate di tanggal 10 atau 11 Agustus mendatang.

Baca pula:  Sepanjang 2025, Bayi Kurang Gizi di Malut (Turun) di Angka 3.000-an

“Biasanya stok cairan tersebut dipenuhi dengan kebutuhan selama 6 bulan,” pungkasnya singkat. (rud/fm)

Kanal WhatsApp