Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP. Dari 65 lokasi pesisir yang jadi sasaran di tahun 2025, tiga diantaranya merupakan desa di Provinsi Malut.
Ternate, Pijarpena.id
Program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi diluncurkan.
Pada tahap I atau awal pembangunan di tahun 2025, program tersebut menyasar 65 lokasi pesisir di seluruh Indonesia. Sedangkan pada tahap II akan menyasar 35 lokasi sehingga mencapai target 100 di tahun 2025.
Dilansir dari SALOI.ID, untuk Provinsi Maluku Utara (Malut) sendiri, tiga desa di tiga kabupaten masuk dalam tahap I pembangunan KNMP. Masing-masing Desa Supu di Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut).
Lalu Desa Sangowo Timur di Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai (Pulmor) dan Desa Wasileo di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim).
KKP memastikan pelaksanaan program ini untuk mendukung peningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sarana prasana perikanan dari hulu sampai hilir.
Ketua Tim Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Trian Yunanda mengatakan, 65 kampung yang siap dibangun pada tahap I 2025 memakan anggaran sebesar Rp1,34 triliun.
Pihaknya sedang mengajukan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk pembangunan 35 kampung lainnya sehingga target 100 KNMP di tahun 2025 dapat tercapai.
Dalam siaran pers yang dikutip dari SALOI.ID, pembangunan KNMP mencakup sarana dan prasarana produksi, balai pelatihan dan pelaksanaan pelatihan, serta pusat UMKM dan pasar ikan.
Beberapa rincian bangunannya seperti dermaga, gedung beku, pabrik es, balai pelatihan, shelter coolbox, sentra kuliner, stasiun pengisian bahan bakar minyak khusus nelayan, ruang ibadah, tempat pengelolaan sampah, bengkel kapal hingga kantor pengelolaan.
Selain pembangunan fisik, social engineering juga dilakukan untuk pengembangan sumber daya manusia, koperasi, kewirausahaan, termasuk kelengkapan sertifikasi, standarisasi dan perizinan.
“Langkah ini agar masyarakat pengelola memiliki kemampuan pengelolaan fasilitas yang ada, serta mampu mengembangkan usaha yang dijalankan menjadi berkelanjutan seperti yang sudah berjalan di Biak, Papua,” ungkap Trian dalam siaran pers, Senin (15/09/2025).
Pembangunan di tiap-tiap lokasi KNMP direncanakan akan memakan waktu sekitar 3,5 bulan untuk tahap pertama. Hasil program ini juga diplot untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui produk kelautan perikanan.
KKP memproyeksikan dampak pembangunan KNMP akan meningkatkan produksi perikanan menjadi rata-rata 800 ton per tahun, dengan jumlah orang yang bekerja secara permanen mencapai 7.000 orang di 100 lokasi nantinya. (fm)
Artikel ini telah dipublikasi pada portal SALOI.ID (3 Khalifah Group) dengan judul Resmi Diluncurkan, 3 Desa di Malut ini “Masuk” Program Prioritas KNMP pada 15 September 2025, yang dapat dilihat pada tautan ini [klik disini].
