Lestarikan Budaya Tenun, Pelajar di Ternate Diajarkan Membuat Produk Kreatif Bernilai Jual

Lestarikan Budaya Tenun, Pelajar di Ternate Diajarkan Membuat Produk Kreatif Bernilai Jual
Workshop tenun dengan tema “Merajut Tenun dan Tarian Menghidupkan Tradisi” yang digelar BPK Wilayah XXI Provinsi Maluku Utara di Pendopo Kedaton Kesultanan Ternate, pada 29 Oktober 2025. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan keterampilan bagi generasi muda, terus digalakkan BPK Wilayah XXI Maluku Utara. Terbaru, sebuah workshop berkaitan dengan tenun dilaksanakan dengan melibatkan pelajar di Ternate.

Ternate, Pijarpena.id

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Provinsi Maluku Utara (Malut) terus melakukan gerakan pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan keterampilan bagi generasi muda.

Terbaru, di Ternate, lembaga itu menggelar workshop tenun dengan tema “Merajut Tenun dan Tarian Menghidupkan Tradisi” di Pendopo Kedaton Kesultanan Ternate pada 29 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 75 peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMA di Kota Ternate serta sejumlah perajin tenun setempat.

Para peserta mendapatkan pelatihan dasar menenun menggunakan teknik sederhana, termasuk penggunaan alat kecil berbentuk persegi empat yang disebut sumpit.

Baca pula:  Ini Data Capaian PHTC Periksa Kesehatan Gratis Tahun 2025 Provinsi Malut

“Workshop ini menjadi sarana bagi peserta untuk belajar sekaligus mengasah keterampilan menenun. Harapannya, mereka tidak hanya mengenal tenun sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai jual,” ujar Panitia pelaksana, Yuni Dwi Rahayu.

Dalam kegiatan ini, BPK Wilayah XXI bekerja sama dengan Founder Puta Dino, Anita Gatmir dari Kota Tidore Kepulauan.

Melalui kolaborasi tersebut, peserta diajarkan membuat berbagai produk kreatif berbahan tenun, seperti gelang, gantungan kunci, kalung dan anting-anting.

“Besok kami akan menampilkan hasil karya peserta agar mereka bangga dengan apa yang telah dibuat. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan mereka cara berbagi pengetahuan tentang menenun kepada teman-teman lain yang belum tahu sehingga nilai budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan,” kata Yuni.

Baca pula:  Enggan Anggap Enteng Lawan, Pemain Malut United FC Diminta tetap Fokus Berjuang

Kegiatan ini berlangsung sehari setelah upacara pembukaan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda di Benteng Oranje, Ternate.

Lebih lanjut, Yuni menuturkan bahwa Workshop Tenun ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa tenun di Maluku Utara khususnya di Kota Ternate dan Tidore, merupakan bagian penting dari warisan budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong generasi muda agar ikut berperan dalam melestarikan tradisi. Menenun itu sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan alat yang lebih sederhana, siapapun bisa belajar dan berkreasi,” ujarnya.

BPK Wilayah XXI berharap kegiatan ini dapat membentuk ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan di Maluku Utara, dimana tenun bukan hanya dikenang sebagai tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan dan identitas masyarakat. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID