Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa SD di Kota Ternate tengah diselidiki kepolisian. Satu ompreng berisi makanan telah diamankan untuk dijadikan sampel.
Ternate, Pijarpena.id
Polres Ternate kini memperdalam penyelidikan terkait insiden yang melibatkan 23 siswa SD Negeri 65 Jambula dan seorang siswa SD Negeri 59 Foramadiahi yang diduga keracunan usai menyantap menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kasubbag Humas Polres Ternate, AKP Umar Kombong mengungkapkan, kepolisian telah mengamankan sampel makanan dari salah satu wadah (ompreng) program MBG sebagai barang bukti utama.
“Penyelidikan masih berjalan intensif meski garis polisi di lokasi sudah dibuka. Kami telah mengamankan satu ompreng makanan MBG untuk diperiksa lebih lanjut,” ujar Umar, Jumat (07/11/2025).
Sampel makanan yang diamankan terdiri atas nasi, ayam kecap, sayur wortel dan kol serta tempe goreng. Seluruh sampel tersebut kini tengah diperiksa guna memastikan sumber penyebab dugaan keracunan.
Sebelumnya, sebanyak 23 siswa SDN 65 Jambula dan satu siswa SDN 59 Foramadiahi mengalami gejala seperti gatal-gatal dan pusing setelah mengkonsumsi makanan MBG pada Kamis (06/11/2025).
Enam diantaranya sempat dilarikan ke RSUD Chasan Boesoirie untuk mendapat perawatan medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang setelah dinyatakan pulih.
Polisi bersama TNI juga telah menutup sementara dapur penyedia MBG di Kelurahan Kastela menggunakan garis polisi untuk kepentingan penyidikan.“Fokus kami adalah memastikan penyebab pasti keracunan serta menjamin program MBG tetap aman bagi siswa di Ternate,” tutup Umar. (rud/fm)
