Protes warga Kelurahan Sangaji Utara langsung direspon pemerintah. Jalan rusak yang diblokade dan ditanami pohon pisang itu akan diperbaiki pada tahun 2026.
Ternate, Pijarpena.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate memastikan perbaikan jalan lingkungan di Kelurahan Sangaji Utara, Kecamatan Ternate Utara, masuk dalam prioritas pembangunan pada tahun anggaran 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate, Rus’an M Nur Taib.
Menurut Rus’an, kerusakan jalan yang saat ini dikeluhkan warga, belum dapat ditangani pada tahun 2025 karena waktu pelaksanaan sudah memasuki akhir tahun anggaran.
“Insya Allah karena ini sudah bulan Desember jadi nanti kita prioritaskan di tahun depan untuk segera ditangani,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (03/12/2025).
Ia mengakui, kondisi jalan di kawasan tersebut cukup memprihatinkan. Sejumlah titik mengalami kerusakan berat dengan lubang besar yang membahayakan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kondisi ini turut mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan potensi kecelakaan,” aku Rus’an.
Dijelaskan, tahun 2025 Pemkot Ternate memperoleh dana reward sebesar Rp30 miliar dari Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) untuk pembangunan dan peningkatan 27 ruas jalan daerah.
Dari total tersebut, 14 ruas telah rampung dikerjakan, sementara 13 ruas lainnya masih dalam proses penyelesaian.
“Progresnya sudah di atas 50 persen dan Balai menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada bulan Desember ini. Saat ini masih fokus di wilayah selatan. Setelah itu baru masuk ke wilayah utara,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkot Ternate berkomitmen menyelesaikan persoalan infrastruktur jalan secara bertahap.
“Ruas jalan yang mengalami kerusakan berat akan dijadikan prioritas dalam perencanaan anggaran tahun mendatang demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Sangaji Utara menanam pohon pisang di tengah badan jalan yang rusak sebagai bentuk protes untuk menarik perhatian pemerintah agar segera melakukan perbaikan. (rud/fm)
