Jaga Lingkungan, Ketua FPTI Ingatkan Komitmen Emisi Nol Persen
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid atau Yenni Wahid saat memberikan keterangan pers usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FPTI Tahun 2025 di Ballroom Bella Hotel Ternate, 5 Desember 2025. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Jaga Lingkungan, Ketua FPTI Ingatkan Komitmen Emisi Nol Persen

Indonesia diingatkan memiliki komitmen global untuk menurunkan emisi nol persen. Sektor industri termasuk tambang diminta memahami cara penanganan lingkungan yang baik.

Ternate, Pijarpena.id

Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid atau yang akrab disapa Yenni Wahid, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), turut menyoroti serius persoalan lingkungan hidup yang terjadi di Provinsi Maluku Utara.

Putri mendiang mantan Presiden Gus Dur itu menegaskan, isu lingkungan hidup merupakan agenda penting yang harus mendapat perhatian bersama.

Baca pula:  Pemerintah Tetapkan Lebaran 1 Syawal 1447 H pada 21 Maret 2026

Ia mengingatkan bahwa Indonesia telah memiliki komitmen global untuk menurunkan emisi hingga nol persen pada 2060, sesuai kesepakatan Paris Agreement.

“Ini komitmen besar kita. Komitmen untuk memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan hidup dalam industri juga ada, dan itu harus dibarengi implementasi yang tegas di lapangan,” ujarnya kepada wartawan usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FPTI Tahun 2025 di Ballroom Bella Hotel Ternate, Jumat (05/12/2025).

Ia juga menegaskan kesiapan FPTI menjadi mitra perusahaan manapun dalam pengelolaan lingkungan, khususnya yang terkait operasional industri.

Baca pula:  Sikapi Larangan Anak Bermedsos, Begini Kata Akademisi Psikologi Malut

“Terkait persoalan AMDAL dan pengelolaan lingkungan hidup, kami bersedia membantu agar perusahaan memiliki rambu-rambu yang jelas. Jangan hanya mengambil keuntungan dengan cara merusak lingkungan,” tegasnya.

Menurut Yenni, masih banyak perusahaan yang belum memahami cara penanganan lingkungan yang baik. FPTI, ujarnya, siap memberi pendampingan untuk memastikan operasional industri, termasuk pertambangan, berjalan sesuai kaidah keberlanjutan.

“Kita tidak bisa nafikan, tambang tetap menjadi salah satu sektor pendapatan utama negara. Itu tidak terhindarkan. Tapi bagaimana menambang dengan kaidah lingkungan hidup, itu yang penting ke depan,” tutupnya. (rud/fm)

Kanal WhatsApp