Penuhi Janji, Gubernur Malut Serahkan Bantuan 10 Unit Armada Tangkap Nelayan

Penuhi Janji, Gubernur Malut Serahkan Bantuan 10 Unit Armada Tangkap Nelayan
10 unit armada tangkap yang diserahkan Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos bagi kelompok nelayan Kelurahan Jambula. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Gubernur Malut memenuhi janjinya memberikan bantuan armada tangkap bagi kelompok nelayan di Jambula. Di kesempatan itu, gubernur juga “membocorkan” solusi mendapatkan kucuran modal untuk pengembangan usaha nelayan.

Ternate, Pijarpena.id

Memenuhi janjinya untuk memberikan bantuan bagi kelompok nelayan, Gubernur Maluku Utara (Malut) serahkan bantuan 10 unit armada tangkap lengkap dengan mesinnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut secara resmi salurkan bantuan perahu dengan mesin 15 PK pada kelompok nelayan di Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate.

Penyerahan berlangsung pada Selasa (09/12/2025) di Sekretariat Pemuda Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate.

Bantuan ini merupakan tindak lanjut atas kerusakan sejumlah kapal milik warga Jambula beberapa bulan lalu yang berdampak pada aktivitas melaut dan memicu aksi blokade jalan utama pada 13 Oktober 2025.

Kehadiran jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tingkat provinsi dan kota serta aparatur kecamatan dan kelurahan menandai proses penyaluran bantuan sebagai bagian dari pemulihan sarana perikanan masyarakat.

Baca pula:  Enggan Anggap Enteng Lawan, Pemain Malut United FC Diminta tetap Fokus Berjuang

Dalam sambutannya, Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos menegaskan, penyerahan bantuan tersebut merupakan realisasi komitmen pemerintah terhadap nelayan yang terdampak.

“Puji syukur. Apa yang sudah saya janjikan kepada nelayan yang terdampak pada beberapa bulan lalu telah saya serahkan langsung hari ini. Ini merupakan wujud komitmen saya kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar fasilitas yang diterima dapat dipelihara dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang.

“Bantuan ini saya harapkan kepada yang menerima agar dijaga dan dirawat supaya bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Mudah-mudahan pemberian bantuan ini dapat bermanfaat dan hasil tangkapan lebih meningkat lagi,” tambahnya.

Penyaluran kapal ini diharapkan mampu memulihkan kembali kegiatan perikanan di Jambula serta memperkuat produktivitas nelayan setelah periode gangguan akibat kerusakan armada tangkap.

Pemerintah daerah menekankan bahwa dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pembangunan sektor kelautan berbasis kebutuhan masyarakat pesisir.

Baca pula:  RKPD 2027 Diharapkan Jawab Tantangan dengan Prioritas yang Tepat Sasaran

Setelah bagi-bagi bantuan armada tangkap, Gubernur Sherly menyempatkan diri bacarita (berbincang) santai bersama warga.

Tak hanya armada tangkap, Gubernur Sherly membocorkan rencana bantuan nelayan di tahun 2026 yakni peralatan berupa mesin. Sementara untuk perahunya, nelayan bisa memanfaatkan skema pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Opsi kucuran modal bagi para nelayan untuk memiliki perahu yang lebih baik pun dibeberkan gubernur wanita pertama di Malut itu.

“Saya sudah ketemu OJK dan pimpinan Bank. Kalau bapak-bapak bersedia, mereka bisa berikan pinjaman senilai 30 sampai 35 juta rupiah,” ungkap Gubernur.

Salah satu yang disampaikan gubernur pula rencana pembangunan breakwater (pemecah ombak) di pesisir wilayah tersebut.

Gubernur memastikan bahwa proyek ini sudah dibahas serius. Ia telah bertemu dengan Kementerian PUPR dan anggota DPR RI perwakilan Malut, Irine Yusiana Roba Putri.

“Mudah-mudahan pembangunan breakwater sepanjang 200 meter ini dengan anggaran 20 miliar rupiah dapat terlaksana di tahun 2026,” ucapnya. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID