Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sherly turut menyinggung progres pembangunan Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara.
Dikatakan, saat ini pemerintah tengah menyusun master plan pembangunan Sofifi bersama Bappenas dan Bank Dunia yang akan menjadi pedoman pembangunan lintas kementerian, provinsi serta kabupaten dan kota.
Menutup pemaparannya, Gubernur Sherly menegaskan pentingnya komitmen bersama, sinergi lintas sektor dan integrasi program antara provinsi dan kabupaten/kota.
“Hal ini, guna memastikan seluruh target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Kegiatan ini dihadiri langsung Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, Bupati Halmahera Tengah (Halteng), M Ikram Sangaji, Bupati Halmahera Utara (Halut), Piet Hein Babua, serta sejumlah Wakil kepala daerah, dan Sekda kabupaten kota se-Provinsi Maluku Utara.
Sejumlah masukan turut disampaikan oleh para kepala daerah berkaitan dengan progres pembangunan di wilayahnya. Termasuk berbagai aspek yang menjadi tantangan pembangunan diantaranya masih adanya ketidakcocokan berkaitan data kemiskinan yang menjadi kendala dalam melahirkan intervensi kebijakan penuntasan.
Selain itu, forum ini juga dijadikan kesempatan bagi kepala daerah untuk menyampaikan sejumlah hal yang menjadi kewenangan pusat dan provinsi di wilayahnya yang belum tertuntaskan, salah satunya masalah infrastruktur jalan. (fm)
