Sinkronisasi Perencanaan dengan Kabupaten dan Kota, Bappeda Malut Terapkan SI-FEDORA

Sinkronisasi Perencanaan dengan Kabupaten dan Kota, Bappeda Malut Terapkan SI-FEDORA
Logo SI-FEDORA menegaskan komitmen Bappeda Provinsi Maluku Utara terhadap pembaruan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi digital. Simbol dokumen dan jaringan menyiratkan proses verifikasi dan evaluasi dokumen yang cepat, transparan serta memperkuat akuntabilitas dan kemudahan layanan kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Bappeda Malut bakal menerapkan suatu sistem informasi dalam rangka mengatasi sejumlah kendala dalam melaksanakan sinkronisasi dokumen perencanaan pembangunan antara provinsi dengan kabupaten dan kota.

Ternate, Pijarpena.id

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) khususnya pada instansi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), disebutkan tengah mengembangkan suatu sistem informasi berkaitan dengan sinkronisasi dokumen perencanaan.

SI-FEDORA atau Sistem Informasi Fasilitasi/Evaluasi Dokumen Perencanaan Kabupaten/Kota, dihadirkan untuk mengatasi sejumlah problem dan kendala berkaitan dengan penunjang tugas Bappeda Provinsi Malut dalam penyelarasan dokumen perencanaannya.

Sebagai inovasi transformasi digital dalam proses fasilitasi atau evaluasi dokumen perencanaan kabupaten dan kota, SI-FEDORA diharapkan akan memudahkan dan mengefektifkan koordinasi dan sinkronisasi atau penyelarasan dokumen perencanaan antara Bappeda Provinsi Maluku Utara dan Bappeda atau Bappelitbangda kabupaten dan kota.

Sebuah aplikasi yang nantinya akan dikembangkan secara daring sebagai alat kerja bagi jajaran Bappeda dalam melakukan evaluasi dokumen perencanaan pemerintah kabupaten dan kota, mulai dari tahapan rancangan awal hingga rancangan akhir sampai pada diterbitkannya peraturan kepala daerah berkaitan dengan dokumen tersebut seperti RPJPD, RPJMD dan RKPD.

SI-FEDORA sendiri merupakan sebuah gagasan atau implementasi dari aksi perubahan yang dicetus oleh Hamdani Pora SPT MECDev, salah satu fungsional di jajaran Bappeda Malut yang tengah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) VIII BPSDM Provinsi Malut Tahun 2025.

Baca pula:  Pala, Komoditas Andalan Turun Temurun Desa Wailoa yang belum “Tersentuh”

Hamdani sendiri telah berkesempatan melakukan sosialisasi berkaitan dengan aksi perubahan yang digagasnya itu secara hybrid bersama pemerintah kabupaten dan kota, Jumat (19/12/2025) siang.

Selanjutnya dilakukan evaluasi progres pembuatan aplikasi SI-FEDORA secara internal bersama jajaran Bappeda Malut pada, Senin (22/12/2025) di ruang rapat Bappeda Malut.

sifedorapipen
Kegiatan Evaluasi progres pembuatan aplikasi SI-FEDORA oleh reformer Hamdani Pora, S.PT, M.Ec.Dev (berdiri) secara internal yang dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Malut, Dr. Muhammad Sarmin S. Adam, S.STP, M.Si bersama jajaran pada Senin (22/12/2025) di ruang rapat Kantor Bappeda Malut. (Foto: Dok. Hamdani Pora)

Dalam kesempatan sosialisasi tersebut, Hamdani mengatakan, SI-FEDORA hadir sebagai tuntutan untuk mengatasi empat problem atau permasalahan berkaitan sinkronisasi dan penyelarasan dokumen perencanaan antara provinsi dengan kabupaten dan kota.

“Problem yang kita hadapi itu diantaranya prosesnya masih manual dan belum terdigitalisasi. Lalu ketiadaan sistem informasi terpadu, belum adanya standarisasi format evaluasi serta keterbatasan transparansi dan monitoring,” tutur Hamdani.

Jika diterapkan, dikatakan Hamdani, nantinya ada tiga tujuan yang ingin dicapai dari diaplikasikannya SI-FEDORA ini. Terdiri atas tujuan jangka pendek, menengah dan panjang.

Baca pula:  Dapatkan Lahan, KKMP Kalumata (tetap) Siap Bergerak Meski Terkendala Permodalan

“Tujuan jangka pendek yang ingin dicapai yakni terwujudnya suatu sistem informasi dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses fasilitasi atau evaluasi pada dokumen perencanaan kabupaten dan kota,” ucapnya.

Kemudian pada tujuan jangka menengah, imbuhnya, tersedianya sistem informasi yang dapat diimplementasikan pada proses fasilitasi atau evaluasi dokumen perencanaan kabupaten dan kota serta mengembangkan integrasi dengan sistem perencanaan lain.

“Lalu pada tujuan jangka panjang yakni menjamin keberlanjutan sistem melalui kebijakan internal dan dukungan anggaran rutin,” tukas Hamdani.

Selanjutnya pada aspek manfaat, hadirnya SI-FEDORA secara organisasi dalam internal Bappeda Malut sendiri, dikatakan Hamdani, dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses fasilitasi dan evaluasi dokumen perencanaan kabupaten dan kota melalui sistem informasi yang terintegrasi sehingga berdampak pada peningkatan kinerja.

Lalu diharapkan dapat memudahkan koordinasi dan sinergi antar pemerintah provinsi dengan kabupaten dan kota secara digital serta mendukung penyusunan rencana pembangunan daerah yang sinkron dan selaras yang akan berdampak terhadap peningkatan indeks SPBE.

“Masyarakat pun dapat manfaat berupa kuatnya dukungan partisipasi dalam proses perencanaan melalui keterbukaan data dan informasi pembangunan sehingga dapat mengawasi proses pelaksanaan pembangunan di Provinsi Maluku Utara secara digital,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini sendiri dihadiri pula Kepala Bappeda Provinsi Malut, Dr Muhammad Sarmin S Adam SSTP MSi beserta jajarannya. Sarmin turut memberikan tanggapan dengan gagasan SI-FEDORA ini.

“Sebagai inovasi, SI-FEDORA diharapkan menjadi alat bantu sekaligus memperkaya inovasi yang sedang dikembangkan jajaran Bappeda Malut. SI-FEDORA sendiri diharapkan bisa menjadi salah satu bagian integral dari sistem informasi MARIMOI yang jadi rumah besarnya,” ucap Sarmin menanggapi. (fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID