100 (telah) Aktif, Baru 6,47 Persen KDKMP di Malut yang Miliki Gerai

gerai kdkmp
Infografis jumlah KDMP dan KKMP di Provinsi Malut yang tercatat miliki akun dan telah memiliki gerai berdasarkan data pada Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes).

Per 17 Januari 2026, tercatat baru sekitar 77 KDKMP di Provinsi Malut yang telah miliki gerai (setidaknya satu). Terdapat 100 gerai yang saat ini sudah aktif untuk berbagai jenis usaha.

Ternate, Pijarpena.id

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang jadi strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat, menggerakkan UMKM sekaligus membuka lapangan kerja baru, terus didorong pemerintah.

Pemerintah sendiri menargetkan akan ada puluhan ribu koperasi aktif beroperasi sepanjang 2026 agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Presiden Prabowo telah menegaskan, pemerintah menargetkan sedikitnya 25 ribu KDKMP sudah beroperasi pada Maret mendatang dari total rencana 81 ribu koperasi secara nasional.

Salah satu program yang didorong pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) yakni fokus percepatan pembangunan gerai fisik. 

Target yang dibidik adalah sebanyak 26.000 gerai fisik harus sudah berdiri pada April 2026. Program ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun lebih dari 80.000 gerai fisik di seluruh pelosok Indonesia.

Baca pula:  Ini Jumlah Layanan Bantuan Hukum Gratis Sepanjang 2025 di Provinsi Malut

Namun, di Provinsi Maluku Utara (Malut) sendiri, berdasarkan data yang diperoleh Pijarpena.id per 17 Januari 2026, tercatat baru sekitar 77 KDKMP yang memiliki gerai (setidaknya satu gerai).

Jumlah ini masih sangat jauh dari jumlah KDMP dan KKMP yang telah didirikan (atau telah berbadan hukum) yakni sebanyak 1.191. Artinya baru 6,47 persen yang telah memiliki gerai dari total jumlah keseluruhan KDMP dan KKMP.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Simkopdes (Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih), disebutkan dari 77 KDMP dan KKMP yang telah memiliki gerai itu, sedikitnya sudah mengoperasikan sekitar 100 gerai aktif yang artinya ada koperasi yang punya lebih dari satu gerai.

Adapun dari 77 itu, paling banyak di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dimana sudah ada 30 KDMP setempat yang memiliki gerai dan terdapat 31 gerai di kabupaten tersebut.

Kemudian Kabupaten Pulau Taliabu yang sudah memiliki sedikitnya 17 gerai dari 17 KDMP setempat, atau masing-masing memiliki satu gerai.

Selanjutnya Kota Ternate dengan 10 KKMP-nya yang telah miliki dengan dengan total 20 gerai.

Lalu dua kabupaten yang jumlah koperasinya sudah memiliki enam gerai yakni Halmahera Utara (Halut) dan Kepulauan Sula. Pun, di kedua daerah ini sama-sama sudah terdapat sembilan gerai yang aktif.

Baca pula:  Ini Data Capaian PHTC Periksa Kesehatan Gratis Tahun 2025 Provinsi Malut

Kabupaten Pulau Morotai (Pulmor) tercatat baru punya lima KDMP yang miliki gerai. Di kabupaten ini, sudah ada 10 gerai yang dinyatakan aktif.

Adapun tiga daerah yang KKMP maupun KDMP-nya baru satu yang resmi memiliki gerai yakni Kota Tidore Kepulauan (Tikep) yang sudah berdiri dua gerai aktif, dan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) serta Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dengan satu gerai.

Sementara itu, berdasarkan data tersebut, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) adalah satu-satunya daerah yang KDMP-nya belum ada satupun yang dilaporkan memiliki gerai alias nihil.

Dari data tersebut juga tercantum jika paling banyak merupakan gerai kantor koperasi yang berjumlah sekitar 69. Selanjutnya gerai sembako (Embrio KopHub) sebanyak 12 dan ada 11 gerai untuk usaha lainnya.

Lalu, tiga gerai merupakan unit usaha simpan pinjam (embrio KopBank), serta masing-masing satu berupa apotek, klinik, cold storage atau cold chain, gudang logistik (distribusi) serta agen laku pandai. (fm)




WhatsApp Channel PIJARPENA.ID