Diwarnai Kartu Merah dan Debut Horor, Macan Putih yang “Pincang” (pun) Digunduli

Dua pemain sepak bola bertanding.
Checu Meneses (putih/kiri) harus menjalani debut “horor” bersama Persik Kediri usai dipinjamkan Malut United FC dimana keduanya langsung saling bentrok dengan kemenangan telak 4-0 bagi Malut United FC. (Foto Malut United FC)

Persik Kediri tidak hanya dibuat menderita usai digelontori empat gol dari Malut United FC hingga terlihat seperti Macan Putih “pincang”. 5 pemainnya juga harus menjalani debut “horor” di GKR.

Ternate, Pijarpena.id

Persik Kediri harus menelan pil pahit saat melakoni away (tandang) ke markas Malut United FC di laga perdana putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026.

Menjalani pertandingan pekan ke-18, Macan Putih, julukan Persik Kediri, terlihat “ompong” usai digunduli dengan skor telak 4-0 dari tuan rumah.

Gol-gol dari Laskar Kie Raha hadir dari kaki Ciro Alves, David da Silva dan Yakob Sayuri di babak pertama. Tyronne del Pino melengkapi pesta kemenangan Malut United FC di babak kedua.

Baca pula:  Tekuk Laskar Kie Raha, Bhayangkara FC Buktikan Janji Bikin Kejutan

Persik Kediri sejatinya bermain cukup baik di awal laga. Bahkan sempat menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun situasi kemudian berbalik.

Derita Persik Kediri diawali dengan diusirnya Rezaldi Hehanusa dari lapangan usai menerima kartu merah di babak pertama tepatnya di menit 21 atau enam menit sebelum pesta gol lawan dimulai.

Rentetan gol yang hadir kemudian menunjukkan betapa sulitnya Persik Kediri bertahan dengan kondisi yang pincang dengan hanya bermain 10 orang.

Sekedar catatan, skor 4-0 ini merupakan kekalahan terbesar yang pernah dialami Persik Kediri sepanjang musim 2025/2026.

Sebelumnya, skor paling telak yang dialami Persik Kediri yakni 0-3 saat dipecundangi Persita Tangerang di pekan ke-14 pada 21 Desember 2025.

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, secara terang-terangan menyebut kartu merah yang diterima pemainnya jadi titik balik permainan.

Baca pula:  Dapatkan Lahan, KKMP Kalumata (tetap) Siap Bergerak Meski Terkendala Permodalan

Dalam sesi konfrensi per usai laga di Stadion Gelora Kie Raha itu, Marcos Reina menilai insiden tersebut sangat mengganggu performa anak asuhnya dan hasil akhir pertandingan.

Diusirnya Rezaldi Hehanussa membuat strategi yang telah disiapkan jadi berantakan dan kesulitan mengimbangi permainan agresif Malut United FC.

“Kondisi ini diperparah dengan cuaca panas Ternate yang menguras fisik para pemain,” ujarnya.

Senada dengan sang pelatih, menyikapi kekalahan telak ini, perwakilan pemain, Yoga Adiyatama mengatakan akan jadi bahan evaluasi penting bagi timnya.

“Kami harus mengakui Malut United tampil lebih baik hari ini. Kekalahan ini jadi pelajaran dan bahan evaluasi agar ke depan kami bisa tampil lebih baik,” ujar Yoga.

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID