Belajar (secara) Digital, Siswa SRMP 26 Ternate Diberi Fasilitas Laptop

Wapres RI Kunjungi SRMP 26 Ternate
Wapres RI, Gibran Rakabuming didampingi Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos saat melakukan kunjungan kerja ke SRMP 26 Sentra Wasana Bahagia Ternate pada 15 Oktober 2025. (Foto: www.wapresri.go.id)

Mengusung kurikulum nasional, SRMP 26 Ternate juga menerapkan sistem pembelajaran secara digital. Sekolah berasrama itu kini sudah dilengkapi beragam fasilitas termasuk laptop bagi siswanya.

Ternate, Pijarpena.id

Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Kota Ternate yang terletak di kawasan terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak mulai beroperasi pada 14 Juli 2025.

Diresmikan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026, sekolah yang mengusung konsep boarding school (sekolah berasrama) itu, kini telah dilengkapi dengan fasilitas pendidikan dan kebutuhan dasar siswa secara menyeluruh.

Kepala SRMP 26 Ternate, Manton La Usman, SPd MPd menyampaikan, seluruh kebutuhan peserta didik difasilitasi oleh negara mulai dari kebutuhan belajar hingga kebutuhan hidup sehari-hari di asrama.

“Bukan hanya kebutuhan belajar tapi juga kebutuhan makan, asrama, perlengkapan mandi, hingga pakaian. Anak-anak tidak lagi memikirkan hal-hal dasar itu. Mereka fokus belajar dan mengembangkan diri,” ujar Manton pada Pijarpena.id, Senin (26/01/2026).

Ia menjelaskan, para siswa telah menerima dua set seragam sekolah yakni seragam putih-biru serta pakaian olahraga (training pack).

Baca pula:  Jaga Nilai Gotong Royong, Warga Akediri “Patungan” Bangun Akses Jalan Tani

Fasilitas asrama juga dilengkapi dengan tempat tidur, kamar mandi, hingga mesin cuci manual dan otomatis.

Dari sisi pembelajaran, SRMP 26 Ternate telah menerapkan sistem digitalisasi pendidikan. Setiap ruang kelas dilengkapi dengan smartboard, infokus dan akses internet.

Jumlah siswa yang terdaftar 50 orang terdiri dari 32 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan yang mendapatkan fasilitas laptop untuk menunjang proses pembelajaran.

“Proses pembelajaran sudah berbasis digital karena anak-anak juga menggunakan internet sebagai bagian dari pembelajaran,” jelasnya.

Seluruh siswa juga telah menerima buku pelajaran dari Perpustakaan Nasional dengan sistem satu siswa satu buku untuk setiap mata pelajaran.

Selain kegiatan akademik, SRMP 26 Wasana Bahagia juga memfasilitasi pengembangan bakat dan minat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti seni tari, olahraga, kursus keterampilan hingga kegiatan sesuai potensi masing-masing siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya siap secara akademik tetapi juga mandiri. Karena ini boarding school, mereka kami latih disiplin, bertanggung jawab dan mengenal potensi dirinya,” kata Manton.

Terkait tenaga pendidik, Manton menyebutkan saat ini terdapat 10 guru yang telah bertugas dari total kebutuhan 12 mata pelajaran.

Baca pula:  Punya 55 Potensi, KKMP Tabona (baru) Daftarkan 24 Jenis Usaha

“Kekurangan guru masih terdapat pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bimbingan Konseling (BK),” ungkapnya.

Namun, pembelajaran tetap berjalan optimal dengan memaksimalkan kompetensi guru yang ada serta dukungan psikolog di sekolah.

“Walaupun masih ada kekurangan guru, proses belajar tidak kami kurangi. Untuk BK misalnya kami didukung oleh psikolog. Prinsipnya hak belajar anak tetap terpenuhi,” tegasnya.

Seluruh tenaga pendidik di Sekolah Rakyat direkrut melalui Kementerian Sosial dan berstatus PPPK tanpa mekanisme honorer maupun titipan.

Dalam penerapannya, SRMP 26 Wasana Bahagia menggunakan kurikulum nasional yang disesuaikan dengan sistem keasramaan. Selain kurikulum akademik, terdapat kurikulum pengasuhan khusus untuk membentuk karakter siswa.

Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang diluncurkan melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang penanganan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis.

Manton berharap, keberadaan Sekolah Rakyat di Kota Ternate mampu mencetak generasi yang mandiri, berprestasi, serta membanggakan orang tua dan daerah.

“Harapan kami, anak-anak ini kelak bisa meraih cita-cita mereka, membanggakan orang tua, dan berguna bagi bangsa, agama dan negara,” pungkasnya. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID