Pemugaran benteng Kastela di Kota Ternate dipastikan telah rampung 100 persen. Namun kedepannya masih ada peluang dilakukan rekonstruksi.
Ternate, Pijarpena.id
Pemugaran Benteng Kastela di Kota Ternate yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara (Malut) dipastikan telah rampung 100 persen diman seluruh pekerjaan utama telah selesai dan tidak menyisakan kendala berarti.
“Sudah selesai 100 persen. sudah clear dan finish,” kata Kepala BPK Wilayah XXI Malut, Winarto pada Pijarpena.id, Selasa (03/02/2026) siang.
Meski demikian, Winarto mengungkapkan masih terdapat sejumlah potensi kajian lanjutan yang akan dilakukan pada tahun-tahun berikutnya.
Salah satunya terkait kondisi permukaan tanah hasil pemugaran yang dinilai masih berada di atas level struktur aslinya.
“Dari hasil pemugaran kemarin, leveling tanahnya masih di atas. Ada yang sekitar satu meter di seluruh lantai dan di dekat menara itu masih terlihat seperti lantai dua. Ini memungkinkan dilakukan penyelidikan lanjutan terkait keletakan struktur Benteng Kastela,” jelasnya.
Selain itu, pada beberapa bagian tertentu juga ditemukan indikasi runtuhan struktur yang berpotensi direkonstruksi kembali. Struktur tersebut terlihat jelas terutama di sisi barat dan selatan benteng.
“Di beberapa bagian runtuhan, khususnya sisi barat dan selatan, terlihat pola atau alur struktur yang jelas bahwa dinding benteng itu menyambung terutama di dekat pagar besi. Ini membuka peluang untuk rekonstruksi ke depan,” ujarnya.
Winarto menambahkan, meskipun pekerjaan pemugaran telah selesai, tahap pemolesan akhir belum ditentukan jadwal pelaksanaannya.
“Untuk pemolesannya, sampai sekarang memang belum ditentukan waktunya,” katanya.
Sebagai langkah taktis pasca pemugaran, BPK XXI Maluku Utara berencana memanfaatkan benteng yang juga bernama Nostra Senora del Rosario itu sebagai media informasi sejarah bagi masyarakat.
Salah satu upaya yang tengah dipersiapkan adalah peluncuran bagian museum di kawasan benteng tersebut.
“Kita akan mempergunakan ini sebagai media informasi kepada masyarakat. Rencana pembuatan bagian museum di Benteng Kastela semoga bisa segera dilaunching,” ujar Winarto.
Peluncuran museum tersebut direncanakan akan dikaitkan dengan momentum tertentu, seperti peringatan hari besar atau kegiatan kebudayaan.
“Launching-nya bisa berbarengan dengan kegiatan HUT, peringatan, atau agenda tertentu, sehingga masyarakat bisa menggali informasi dan sejarah Benteng Kastela maupun cagar budaya secara umum,” tambahnya.
Winarto juga berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian cagar budaya seraya mengimbau agar setiap temuan yang diduga merupakan bagian dari struktur benteng tidak dirusak atau dibongkar.“Harapannya masyarakat ikut peduli. Jika ditemukan bekas runtuhan struktur atau yang diduga bagian dari benteng, sebaiknya tidak dibongkar, cukup dibiarkan atau dilaporkan ke dinas terkait atau dinas kebudayaan,” pungkasnya. (rud/fm)
