Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara (Malut) sepanjang tahun 2025 menunjukan peningkatan. Sejumlah sektor tercatat tumbuh positif dengan nilai yang beragam.
Ternate, Pijarpena.id
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara (Malut) mencatat, secara kumulatif tahun 2025 ekonomi Malut tumbuh sebesar 34,17 persen dibandingkan tahun 2024. Angka ini jauh diatas pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 yang berada di angka 5,11 persen.
Di sepanjang tahun 2025, pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Malut naik turun di setiap triwulannya. Pada triwulan I tercatat naik di angka 34,38 persen (y-on-y), lalu turun di angka 31,77 persen di triwulan II.
Kemudian di triwulan III kembali naik ke angka yang merupakan capaian tertinggi yakni sebesar 41,36 persen, lalu turun di angka 29,81 persen di triwulan IV tahun 2025.
Berdasarkan berita resmi statistik, besaran PDRB Malut atas dasar harga berlaku tahun 2025 mencapai 38,7 triliun rupiah. Sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar 21,2 triliun rupiah.
Dalam keterangan persnya, Kepala BPS Provinsi Malut, Simon Sapary menjelaskan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 ditopang kuat oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh tinggi serta meningkatnya aktivitas ekspor barang dan jasa.
Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 yakni sebesar 62,64 persen.
Disusul sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh 53,27 persen, serta pengadaan listrik dan gas sebesar 43,52 persen.
โSementara itu, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tetap tumbuh positif sebesar 3,20 persen, meski dengan laju yang lebih moderat,โ ujar Simon dalam keterangan resminya pada Kamis (05/02/2026).
Namun demikian, terdapat satu sektor yang mengalami kontraksi yakni administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tercatat turun 0,04 persen secara kumulatif.
Simon menambahkan, dari sisi pengeluaran, ekonomi Maluku Utara tahun 2025 juga ditopang oleh peningkatan ekspor dan investasi.
โKomponen ekspor barang dan jasa menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dengan pertumbuhan mencapai 40,13 persen, disusul pembentukan modal tetap bruto yang menunjukkan meningkatnya aktivitas investasi,โ jelasnya.
Secara struktural, PDRB Maluku Utara tahun 2025 masih didominasi oleh industri pengolahan dengan kontribusi 42,01 persen.
Lalu pertambangan dan penggalian sebesar 20,84 persen serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 9,54 persen. Kelima sektor utama ini menyumbang lebih dari 87 persen terhadap total perekonomian daerah.
Adapun PDRB per kapita atas dasar harga berlaku di Provinsi Malut berada di angka 97,26 juta rupiah atau mengalami kenaikan dari 71,52 juta rupiah di tahun 2024.
Dengan capaian tersebut, BPS menilai kinerja ekonomi Malut sepanjang 2025 mencerminkan kuatnya basis industri dan ekspor sekaligus menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah ke depan. (rud/fm)
