Jelang Ramadhan, harga sejumlah Bapok terpantau cenderung alami kenaikan akibat tingginya permintaan. Pemerintah pun diminta agar mengawasi stok maupun harga di pasaran.
Ternate, Pijarpena.id
Sejumlah harga bahan pokok (Bapok) di Pasar Higienis Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, terpantau alami kenaikan menjelang bulan suci Ramadhan.
Kenaikan terjadi pada beberapa bahan utama seperti beras, cabai, bawang hingga telur.
Beras misalnya, rata-rata alami kenaikan dengan nilai yang bervariasi harga bervariasi tergantung merek dan kualitas. Beras SPHP tetap dijual dengan harga 13.500 rupiah per kilogram dan 67 ribu rupiah untuk kemasan lima kilogram.
Sementara beras merek lainnya rata-rata berada pada kisaran harga 81 ribu rupiah per lima kilogram, 16-18 ribu rupiah per kilogramnya yang alami kenaikan hingga 1.000 rupiah per kilogram.
Selain itu, beras ketan atau pulo, dijual dengan harga 22 ribu rupiah per kilogram. Lalu gula pasir seharga 20 ribu rupiah per kilogram.
Untuk minyak goreng, terpantau berada di harga 20 ribu per liternya, sementara per kilogramnya dibanderol dengan harga 23 ribu rupiah.
Kenaikan cukup signifikan terjadi pada hortikultura. Harga cabai rawit (rica) kini berada di kisaran 50-70 ribu rupiah per kilogram.
Bawang merah dijual antara 60-70 ribu rupiah per kilogram, sedangkan bawang putih dinilai dengan harga 50 ribu rupiah per kilogram dan tomat sekitaran harga 20 ribu rupiah per kilogram.
Variasi harga juga pada lemon (jeruk) yang terpantau antara 25-30 ribu rupiah per kilogramnya.
Miranti (56 tahun), salah satu pedagang sembako di Pasar Higienis mengatakan, pergerakan harga sudah mulai terasa dalam beberapa hari terakhir terutama pada komoditi yang permintaannya meningkat jelang Ramadhan.
“Seperti tomat yang sebelumnya 18 ribu rupiah sekarang jadi 20 ribu rupiah per kilogram. Telur juga naik dari 2.300 rupiah jadi 2.400 rupiah per butir,” ujar Miranti saat ditemui di lapaknya, Kamis (12/02/2026).
Menurut Miranti, kenaikan harga ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadhan, serta faktor distribusi dari luar daerah.
“Kalau sudah mau puasa biasanya pembeli mulai banyak. Apalagi untuk kebutuhan dapur seperti beras, gula, minyak dan bumbu-bumbu. Mudah-mudahan stok tetap aman supaya harga tidak naik lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Dewi salah satu pembeli yang ditemui mengatakan, kenaikan harga tersebut masih termasuk wajar mengingat tingginya permintaan.
Namun ibu rumah tangga itu juga meminta agar pemerintah dapat mengawasi stok kebutuhan serta pergerakan harga di pasar sehingga pedagang tidak seenaknya menaikkan harga.
“Semoga (stok dan harga) tetap stabil. Kiranya penting ada perhatian secara khusus dari pemerintah agar bisa menekan harga terutama di saat bulan puasa nanti,” ucapnya. (rud/fhm)
