Gubernur Sherly Tjoanda Laos RTLH
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos (kedua dari kiri) bersama Sekprov Malut, Drs. Samsudin Abdul Kadir, M.Si (kiri) serta Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman (kanan), saat meresmikan pembangunan RTLH di Kelurahan Maliaro, Kota Ternate. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Malut)

Antisipasi Cuaca, 1.200 Unit RTLH Di Malut Diluncurkan Lebih Awal

Ternate, Pijarpena.id

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut), secara resmi meluncurkan Program Penanganan 1.200 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 di Kelurahan Maliaro, Kota Ternate, pada Jumat (14/02/2206).

Peluncuran ini sendiri dimajukan ke Februari 2026 atau lebih awal dibandingkan tahun 2025.

Tujuannya untuk menghindari kendala musim hujan di akhir tahun yang kerap menghambat pembangunan dan menurunkan kualitas hasil.

“Tahun lalu kita launching di Agustus. Tahun ini di Februari supaya cepat selesai. Karena Oktober, November, Desember sudah hujan, kita tidak bisa bangun lagi rumahnya,” ujar Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos.

Baca pula:  11 Desa di Kepulauan Sula Miliki Indeks Risiko Iklim Berstatus Tinggi 

Program ini disebut mencerminkan penajaman arah kebijakan penanganan kemiskinan. Target 1.200 unit tahun ini meningkat signifikan dibandingkan 700 unit pada periode sebelumnya.

Tidak semata membangun rumah, tetapi memperkuat sistem pelaksanaan, menjaga martabat warga, dan memastikan akuntabilitas kebijakan publik.

Namun pemerintah menekankan, ukuran keberhasilan tidak berhenti pada jumlah melainkan pada ketepatan waktu, metode, dan mutu pelaksanaan.

Karena itu, RTLH 2026 dirancang dengan standar desain yang seragam, skema anggaran yang terstruktur serta mekanisme serah terima material yang mewajibkan verifikasi langsung oleh penerima manfaat.

“Ketika ibu menerima bahan material, pastikan dihitung. Tahun kemarin yang menerima tidak menghitung. Di akhir saling menyalahkan,” pinta Gubernur Sherly.

Di lain sisi, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate memandang program RTLH sebagai bagian dari kebijakan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Baca pula:  Puas Berimbang dengan Semen Padang, Coach Hendri: “Cukup Merugikan”

“Bicara tentang kemiskinan berarti bicara tentang meningkatkan harga dan martabat masyarakat. Itu tugas bersama kita semua,” tegas Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman.

Pelaksanaan program ini diperkuat dengan penggunaan aplikasi kontrol progres untuk memantau kualitas pembangunan, perjanjian kerja bermaterai antara pemilik rumah dan tukang, serta pengiriman material secara bertahap. 

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah memastikan kehadiran negara tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut hingga proses pembangunan selesai.

RTLH 2026 juga diintegrasikan dengan kerja lintas sektor. Kantor Wilayah BPN Provinsi Maluku Utara dilibatkan untuk percepatan sertifikasi tanah melalui PTSL.

Lalu Sentra Bahagia dan Dinas P3A menyiapkan bantuan pelengkap seperti perabot rumah dan dukungan ekonomi bagi penerima yang memenuhi kriteria.

Dengan kerangka ini, program RTLH 2026 diarahkan sebagai kebijakan perumahan yang terukur, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus upaya memperkuat kehadiran negara secara nyata dalam kehidupan warganya. (fhm)

Kanal WhatsApp