IRID MALUT
Rincian Jumlah Desa dengan IRID Berdasarkan Kategori Status per Kabupaten/Kota se-Provinsi Malut.

34 Desa di Malut Miliki Risiko Iklim Tinggi, 3 Daerah Nihil

Sebagaimana diketahui, IRID merupakan suatu ukuran komposit yang merepresentasikan tingkat kerentanan suatu desa terhadap dampak perubahan iklim secara relatif.

IRID sendiri berfungsi sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi tingkat risiko iklim sekaligus basis perencanaan untuk meningkatkan ketahanan desa.

IRID sendiri jadi instrumen yang diluncurkan Kementerian Desa PDT pada akhir Juni 2025 untuk mengukur ketahanan desa terhadap dampak perubahan iklim dan bencana.

IRID dikonstruksi berdasarkan empat dimensi utama, yakni paparan (exposure), sensitivitas (sensitivity), bahaya (hazard) dan kapasitas adaptif (adaptive capacity).

Dimensi paparan merefleksikan kondisi bawaan desa yang bersifat relatif statis, seperti kepadatan penduduk dan karakteristik topografi.

Dimensi sensitivitas mencerminkan kerentanan sosial ekonomi dan pola hidup masyarakat yang dapat mempengaruhi dampak perubahan iklim.

Dimensi ini terdiri dari tujuh indikator, termasuk sumber air minum, tingkat kemiskinan, sumber penghasilan utama, serta kebiasaan sanitasi dan pengelolaan sampah.

Dimensi bahaya merepresentasikan esensi ancaman iklim dengan memproyeksikan potensi multi bahaya hidrometeorologi (seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan) berdasarkan analisis baseline dan prediksi kondisi ekstrem.

Lalu dimensi kapasitas adaptif mengukur ketersediaan infrastruktur dan kelembagaan pendukung untuk beradaptasi. Dimensi ini mencakup 13 indikator, seperti keberadaan fasilitas kesehatan dan pendidikan, akses ke kredit dan perbankan, kualitas infrastruktur jalan dan komunikasi, serta partisipasi dalam jaminan kesehatan.

Secara konseptual, tiga dimensi yang disebutkan pertama (paparan, sensitivitas, dan bahaya) bersifat searah dengan tingkat risiko, di mana nilai indeks yang lebih tinggi mengindikasikan risiko iklim yang lebih besar.

Sebaliknya, dimensi kapasitas adaptif memiliki hubungan terbalik dengan risiko. Kapasitas adaptif yang tinggi justru menurunkan kerentanan suatu desa. (fhm)

Kanal WhatsApp