Tingkat kepercayaan publik di Provinsi Malut terhadap satu tahun kinerja Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan wakilnya Sarbin Sehe, cukup tinggi. Namun sejumlah catatan penting patut jadi masukan pemerintah dalam menjawab kepercayaan tersebut.
Ternate, Pijarpena.id
Tepat pada 20 Februari 2026, jadi momentum menandai satu tahun kepemimpinan pasangan Gubernur, Sherly Tjoanda Laos dan dan Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe.
Adapun tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Sherly Tjoanda Laos pada tahun pertama masa pemerintahannya bersama wakilnya Sarbin Sehe, disebutkan cukup tinggi.
Berdasarkan hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia pada 4 Maret 2026 terhadap raport tahun pertama Gubernur Sherly, atas kebijakan publik Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Malut, disebutkan sebanyak 85,1 persen menyatakan puas atas kinerja gubernur wanita pertama di Malut itu.
Terinci, sebanyak 41,5 persen menyatakan sangat puas, 43,6 persen yang menyatakan cukup puas. Sementara sisanya, 7,8 persen menyatakan kurang puas dan 1,8 persen tidak puas.
Dari data yang dirilis pula, secara umum tingkat kepuasan warga di 10 kabupaten dan kota berada di angka di atas 75 persen, dimana dengan tingkat kepuasan tertinggi di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) sebanyak 100 persen.
Adapun dua daerah lain yang tingkat kepuasannya diatas 90 persen yakni Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) sebesar 97,7 persen dan Kabupaten Halmahera Utara sebanyak 91,2 persen.
Daerah dengan tingkat kepuasan terkecil, yakni Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) sebesar 70,3 persen, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) sebesar 74,2 persen dan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) sebesar 75 persen.
Adapun berdasarkan demografi, tingkat kepuasan penduduk pedesaan terhadap kinerja Gubernur Sherly berada di angka 84,1 persen, sedikit lebih rendah dibanding penduduk perkotaan yang berada di angka 87 persen.
Begitu pula dengan kepuasan kinerja Wagub Sarbin Sehe, disebutkan mayoritas warga juga puas dengan angka persentase sebesar 77,9.
Dari data itu pula disebutkan sebagian besar atau 74 persen responden menyatakan puas atas kualitas layanan kesehatan pemerintahan Serly-Sarbin.
Lalu sebanyak 73 persen menyatakan puas atas penyediaan jaringan listrik dan jaminan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Adapun tingkat kepuasan paling sedikit yang patut menjadi evaluasi pemerintah berkaitan dengan urusan-urusan wajib pemerintahan, yakni terhadap kemudahan akses permodalan (52 persen), pengelolaan sampah (48 persen) dan pembinaan koperasi di masyarakat (46 persen).
Founder sekaligus peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi mengatakan, angka approval rating Gubernur dan Wagub hingga sejauh ini dinilai publik sangat positif meski ada situasi yang tidak mudah.
Secara umum pula, lanjutnya, ekspektasi warga belum sepenuhnya terakomodir melalui program-program Pemprov Malut.
Kepercayaan yang dibangun terhadap kepemimpinan Gubernur Sherly, patut diimbangi jajaran aparaturnya yang harus ikut “berlari” dalam mengeksekusi program-program yang sudah direncanakan.
“Namun, angka peringkat persetujuan yang sangat positif menunjukkan bahwa dalam setahun masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, perbaikan telah terjadi dan publik sangat mengapresiasi,” tuturnya.

