Sejumlah bangunan baik rumah maupun sarana ibadah dan sekolah di Provinsi Malut dilaporkan alami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi pada Kamis (02/04/2026). Saat ini otoritas setempat masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan maupun warga yang terdampak.
Ternate, Pijarpena.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara (Malut) secara resmi telah merilis laporan berkaitan kondisi terakhir pasca gempa bumi yang melanda provinsi tersebut.
Sebanyak enam rumah ibadah yakni gereja dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (02/04/2026) pagi.
Keenam gereja yang dilaporkan alami kerusakan itu, seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate.
Kelurahan Lelewi adalah daerah yang paling banyak alami kerusakan berupa tiga tempat ibadah yakni satu gereja rusak berat, satu rusak sedang dan satu rusak ringan.
Sementara di Kelurahan Bido, dilaporkan satu gereja alami rusak sedang, dan masing-masing satu rusak ringan di Kelurahan Tifure dan Pante Sagu.
Selain kerusakan pada tempat ibadah, kerusakan juga terjadi pada rumah penduduk dimana total 92 yang dilaporkan alami kerusakan.
Rinciannya sebanyak 19 rumah yang alami rusak berat, 35 rumah alami rusak sedang dan 35 rusak ringan yang seluruhnya di Kelurahan Lelewi.
Sisanya sebanyak dua unit rumah di Kelurahan Bido yang alami rusak ringan dan sedang. Lalu satu unit rumah alami rusak ringan di Kelurahan Tifure.
Jumlah itu belum termasuk empat rumah yang dilaporkan ikut alami kerusakan di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate dengan rincian masing-masing satu rumah rusak berat dan sedang serta dua rumah yang rusak ringan.
Sementara di Kota Tidore Kepulauan, juga mengalami dampak kerusakan akibat gempa. Puluhan rumah dilaporkan alami kerusakan di empat kecamatan, termasuk satu dermaga pelabuhan speedboat yang disebut alami rusak ringan.
Rinciannya sebanyak 24 rumah warga yang alami rusak ringan masing-masing sebanyak 19 di Kecamatan Oba, tiga unit di Kecamatan Oba Tengah, satu di Kecamatan Oba Utara dan satu di Kecamatan Tidore Timur.
Di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) yang dilaporkan terjadi tsunami dengan ketinggian 0,30 meter dan Sidangoli dengan ketinggian 0,35 meter.
Masyarakat di beberapa desa pesisir pantai yaitu Desa Tuada, Desa Todowongi dan Saria di Kecamatan Jailolo dan Desa Tongute Ternate pada Kecamatan Ibu telah melakukan evakuasi mandiri ke wilayah daratan yang lebih tinggi dan saat ini telah kembali ke rumah masing-masing.
Adapun kerusakan bangunan dan gedung yang terjadi di kabupaten tersebut sebanyak lima rumah warga yang alami rusak ringan.
Kabupaten Halmahera Tengah dilaporkan pula mengalami dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
Kerusakan bangunan di wilayah ini disebutkan terjadi pada tujuh desa di empat kecamatan dengan rincian dua rumah alami rusak berat dan lima rumah rusak sedang.
Di Kabupaten Halmahera Selatan, satu sekolah disebutkan alami kerusakan tepatnya di Desa Gafi Kecamatan Kayoa. Sementara dua rumah dilaporkan alami rusak sedang yakni di Desa Tokaka (Kecamatan Gane Barat) dan Desa Sebelei (Kecamatan Makian Barat).
Di Kabupaten Halmahera Utara, terdapat kerusakan bangunan di Desa Beringin Agung Kecamatan Kao Barat serta masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri. Data terkini masih sedang dilakukan assesment.


