rakor dampak gempa m7.6
Rapat Kooordinasi BNPB bersama Pemprov Malut dan kabupaten kota dalam mencermati dampak dari gempa bumi M7.6 di ruang VIP Bandara Sultan Babullah Ternate, 5 April 2026. (Foto: Pijarpena.id/Fahmi Dj)

Minta Bantuan Pemerintah Pusat, Wagub Malut Paparkan Dampak Gempa Bumi M7.6

Ternate, Pijarpena.id

Bencana gempa bumi yang melanda sejumlah daerah termasuk Provinsi Maluku Utara (Malut) pada 2 April 2026 dilaporkan mengakibatkan kerusakan ratusan bangunan termasuk rumah warga dan sarana ibadah.

Akibat dampak yang ditimbulkan bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 yang sempat berpotensi tsunami itu, pun menjadi perhatian serius Presiden RI, Prabowo Subianto.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut dan kabupaten kota terdampak, menggelar rapat koordinasi  untuk mencermati dampak dari kondisi gempa yang terjadi di ruang VIP Bandara Sultan Babullah Ternate, Minggu (05/04/2026).

Baca pula:  Sampaikan LKPJ 2025, Wagub Malut: “Tren Positif pada Indikator Makro”

Rakor tersebut dihadiri Direktur Penanganan Darurat Wilayah 1, BNPB, Agus Riyanto dan Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat, Kolonel Herry Setiono serta Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat.

Hadir pula dalam Rakor tersebut unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Malut, Wali Kota Ternate dan Wakil Wali Kota Tidore.

Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe pada kesempatan itu menyampaikan, gempa bumi berdampak secara langsung di enam kabupaten dan kota.

Diantaranya Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). 

“Berdampak kerusakan infrastruktur. Sampai hari ini belum ada korban meninggal. Kita bersyukur karena Allah selamatkan kita semua,” ujar Wagub Sarbin Sehe.

Wagub juga melaporkan, berdasarkan data BPBD, terdapat kerusakan bangunan yang terdiri dari 99 rumah rusak berat, 66 rusak sedang dan 139 rusak ringan.

Baca pula:  Nyatakan Potensi Tsunami Berakhir, Ini Himbauan BMKG untuk Masyarakat

Selain itu, sejumlah rumah ibadah ikut terdampak yakni sebanyak 11 unit. Selanjutnya satu sarana pendidikan, satu sarana pelayanan publik dan fasilitas umum berupa ruang tunggu pelabuhan speed, 80 meter tambatan perahu dan satu gedung pertemuan.

Selain kerusakan rumah, tercatat sebanyak 2.000 jiwa lebih warga yang terdampak. Dari jumlah itu, 1.107 jiwa atau sekitar 100 KK dievakuasi di pos pengungsian.

Meskipun tidak ada korban meninggal, namun satu warga di Kota Ternate dilaporkan alami luka ringan.

Wagub Sarbin turut menyampaikan apresiasi pada seluruh stakeholder mulai dari pusat hingga daerah yang telah bersinergi melakukan tanggap darurat pasca bencana khususnya di Kecamatan Pulau Batang Dua, yang merupakan wilayah utama paling terdampak gempa.

“Teman-teman dari pusat, kami berharap dibantu secara maksimal kepada kami di provinsi maupun kabupaten dan kota. Koordinasi pemerintah pusat sudah kami laporkan secara resmi,” ucap Sarbin berharap. (fhm)

Kanal WhatsApp