Ini 4 Strategi Implementasi Pemprov Mendukung Suksesnya BEJO’S di Malut

Ini 4 Strategi Implementasi Pemprov Mendukung Suksesnya BEJO’S di Malut
Kepala Bappeda Provinsi Malut, Dr. Muhammad Sarmin S. Adam, S.STP, M.Si, (tengah) saat menyampaikan materi sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Jati Hotel, Jumat (05/12/2025). Turut menyampaikan materinya, Direktur IKPD Kementerian PPN/Bappenas, Nuzula Anggeraini (kanan) dan ketua PWI Malut, Asri Fabanyo (kiri) dalam FGD tersebut. (Foto: Dok. Bappeda Malut)

Pemprov Malut siap bersinergi mendukung kegiatan prioritas utama pemerintah pusat yakni BEJO’S di daerah. Sejumlah strategi implementasi pun disiapkan untuk mendukung salah satu KP RPJMN 2025-2029 itu.

Ternate, Pijarpena.id

Pemerintah pusat melalui Perpres No. 12 Tahun 2025 tentang RPJMN Tahun 2025-2029, telah menetapkan Penguatan Pers dan Media Massa yang Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri  atau BEJO’S sebagai salah satu kegiatan prioritasnya (KP).

Mendukung hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) pun siap mendukung dengan menetapkan strategi implementasinya.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Malut, Dr Muhammad Sarmin S Adam, SSTP MSi mengatakan, ada empat tahap yang akan dilakukan dalam implementasi BEJO’S di Malut.

Hal itu dikatakan Sarmin saat menyampaikan paparannya sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Direktorat Direktorat Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi (IKPD) Kementerian PPN/Bappenas berlangsung di Jati Hotel, Jumat (05/12/2025).

“Yang pertama yakni fondasi. Lalu penguatan, diikuti dengan langkah eksekusi kolaboratif dan yang keempat yakni evaluasi dan keberlanjutan,” ujar Sarmin.

Dikatakan, untuk tahap I atau fondasi, Bappeda telah merumuskan tiga strategi yakni pemutakhiran regulasi, pendataan perusahaan pers dan harmonisasi kebijakan.

Baca pula:  Dapatkan Lahan, KKMP Kalumata (tetap) Siap Bergerak Meski Terkendala Permodalan

“Lalu, di tahap kedua atau penguatan, ada tiga langkah yang akan dilakukan yakni pelatihan SDM, peningkatan literasi masyarakat dan transformasi digital,” ucap alumni STPDN itu.

Sementara pada tahap ketiga atau eksekusi kolaboratif, pihaknya menyiapkan tiga strategi pula yakni peluncuran program BEJO’S Media, penghargaan Media BEJO’S Award dan sinergi lintas lembaga untuk pengawasan kualitas,” ucap Sarmin.

Langkah atau strategi terakhir alias keempat yakni evaluasi dan keberlanjutan, imbuh Sarmin, berupa indikator keberhasilan serta pemantauan dan pelaporan dampak.

Sarmin juga di kesempatan itu memaparkan model kolaborasi Pemda dan industri pers yang tengah disiapkan pihaknya. Terdapat empat upaya yang coba dilakukan ginba mendukung model kolaborasi tersebut.

“Pertama kemitraan berbasis kualitas, dimana akan ada kerja sama hanya dengan perusahaan pers yang tervalidasi dan insentif bagi media yang mencapai indikator BEJO’S,” beber jebolan doktoral Polgov UGM itu.

Selanjutnya ada forum komunikasi media dan Pemda yang dilakukan secara rutin, dan pembentukan tim terpadu monitoring kualitas pemberitaan dan isu strategis.

Yang ketiga, yakni program co-creation konten publik, dimana kata Sarmin, berupa konten literasi publik, mitigasi bencana, pariwisata, ekonomi kreatif dan edukasi politik.

“Yang terakhir, tentunya kolaborasi multi pihak, yakni Pemda, Dewan Pers, akademisi, LSM, komunitas digital guna membangun ekosistem media yang sehat dan profesional,” kata Sarmin lagi.

Baca pula:  Jaga Nilai Gotong Royong, Warga Akediri “Patungan” Bangun Akses Jalan Tani

Dari strategi implementasinya itu, diharapkan BEJO’S dapat memberikan dampak dan manfaat bukan saja bagi perusahaan pers namun juga bagi masyarakat.

“Bagi masyarakat diharapkan lebih teredukasi dan literat. Sedang bagi media terutama lokal, dapat berdaya saing, profesional dan sehat secara bisnis. kolaborasi dengan Pemda yang harmonis dan transparan. Terakhir, pembangunan daerah lebih diketahui publik dan terkontrol dengan baik serta mendorong iklim demokrasi, stabilitas sosial dan partisipasi publik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan diskusi itu turut dihadiri Direktur IKPD Kementerian PPN/Bappenas, Nuzula Anggeraini bersama jajarannya, para ketua asosiasi dan organisasi pers se-Malut, perwakilan media dan filantropis.

KP BEJO’S ini sendiri mendapat respon positif dari kalangan pers di Malut yang antusias menyampaikan sejumlah gagasan dan informasi terkini berkaitan dengan kondisi pers di Maluku Utara.

Ketua PWI Malut, Asri Fabanyo sendiri di kesempatan itu berharap, dengan BEJO’S, maka pers diharapkan mampu tumbuh sehat dan profesional di tengah tantangan persaingan dengan media sosial di era yang semakin maju ini.

“Ada tantangan besar yang akan dihadapi pers di era ini. Selain bersaing dengan sesama media, pers juga menghadapi gelombang informasi dari sosial media dan juga teknologi (AI),” tutur pria yang akrab disapa Asfa itu. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID