Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis atau MBG telah menyasar penerima sebesar 22,68 persen di tujuh daerah di Malut. Dari 406.008 total potensi penerima, kini telah tersalur pada 92.068 penerima.
Ternate, Pijarpena
Forum Kepala Bappeda se-Provinsi Maluku Utara (Malut) yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Malut juga diisi dengan pemaparan progres program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program pemerintah pusat yang yang menyasar para siswa atau anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui serta balita di seluruh kabupaten dan kota.
Dalam paparannya, Kepala Bappeda Provinsi Malut, Dr Muhammad Sarmin S Adam SSTP MSi mengatakan, saat ini 406.008 orang tercatat termasuk dalam potensi penerima program.
Secara total, potensi sasaran penerima MBG berjumlah 406.008, yang terdiri dari siswa atau anak sekolah sebanyak 360.997, ibu hamil sebanyak 556, ibu menyusui sebanyak 25 dan lansia balita sejumlah 44.430.
Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menjadi daerah dengan jumlah potensi penerima terbesar yakni 77.815.
Kemudian Kabupaten Halmahera Utara (Halut) sebanyak 65.186 serta Kota Ternate sebanyak 54.031.
Adapun daerah dengan potensi penerima MBG paling sedikit yakni Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) sebanyak 21.761.
Namun, untuk tingkat realisasi penerima masih bervariasi di setiap daerah dengan beberapa daerah telah menunjukkan perkembangan signifikan.
Dari jumlah itu, baru untuk penerimanya baru di sebagian daerah atau tepatnya di tujuh kabupaten dan kota di Malut. Sementara tiga daerah lainnya sama sekali belum menyampaikan data penerima MBG.
Berdasarkan data Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, saat ini realisasi penerima MBG baru baru tersalur pada 92.068 penerima atau sekitar 22,68 persen dari total sasaran se-Provinsi Malut.
Adapun penerima MBG tertinggi ada di Kota Ternate yang telah menyasar 37.093 penerima (68,65 persen). Sementara Tikep dengan tingkat penerima di angka 10,10 persen (3.427 orang dari 33.944 sasaran).
Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dengan 6.575 penerima program. Lalu Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) realisasi tersalur pada 3.990 dari 37.087 sasaran.
Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dengan jumlah penerima 12.809 (16,46 persen). Kabupaten Pulau Morotai sebesar 3.015 dari 26.780 (11,26) dan Kabupaten Pulau Taliabu sebesar 9,70 persen (2.735 penerima dari 28.195 sasaran penerima).
Sementara itu, sejumlah daerah tercatat masih nol penerima MBG saat ini yakni Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) dan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).
| Daerah | Potensi Penerima | Penerima | % |
|---|---|---|---|
| HALBAR | 37.087 | 10.638 | 28,68 |
| HALSEL | 77.815 | 19.457 | 25,00 |
| HALUT | 65.186 | 15.703 | 24,09 |
| PULMOR | 26.780 | 3.015 | 11,26 |
| PULTAB | 28.195 | 2.735 | 9,70 |
| TERNATE | 54.031 | 37.093 | 68,65 |
| TIKEP | 33.944 | 3.427 | 10,10 |
| HALTENG | 21.761 | 0 | 0 |
| HALTIM | 28.566 | 0 | 0 |
| KEPSUL | 32.643 | 0 | 0 |
| Jumlah | 406.008 | 92.068 | 22,68 |
Dalam pemaparan tersebut juga ditampilkan progres Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi dapur penyedia makanan bergizi.
Baru tercatat 28 dapur yang aktif di lima kabupaten dan kota atau sebesar 20 persen dari jumlah 140 yang direncanakan.
Sarmin juga mengatakan, percepatan pelaksanaan dapur MBG dan penyaluran makanan bergizi akan menjadi fokus utama dalam mendukung program prioritas nasional tersebut, terutama bagi siswa dari PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kondisi gizi dan kesehatan masyarakat Maluku Utara secara merata melalui penyediaan makanan sehat yang tepat sasaran,” ujarnya. (rud/fm)
