Harga Pala dan Fuli Naik, Cengkeh dan Coklat Alami Penurunan

cengkeh pala
Harga pala tembus 90 ribu rupiah per kilogram. Naik 5.000 rupiah dari sebelumnya 85 ribu. Sementara harga fuli ikut terkerek dari 230 ribu rupiah jadi 235 ribu rupiah per kilogram. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Pasokan yang melimpah di pasaran serta permintaan ekspor yang belum stabil, jadi sebab naik turunnya komoditas pala, cengkeh dan coklat di pasaran.

Ternate, Pijarpena.id

Harga sejumlah komoditas hasil bumi di Kota Ternate mengalami pergerakan beragam pada pertengahan November 2025.

Pala dan fuli tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan, sementara cengkeh dan coklat justru melemah di tingkat pengepul.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga pala kini menembus 90 ribu rupiah per kilogram. Naik 5.000 rupiah dari sebelumnya 85 ribu. Sementara harga fuli ikut terkerek dari 230 ribu rupiah jadi 235 ribu rupiah per kilogram.

Baca pula:  Enggan Anggap Enteng Lawan, Pemain Malut United FC Diminta tetap Fokus Berjuang

Rajak, salah satu petani pala di Kelurahan Tubo, mengaku lega dengan kenaikan harga tersebut.

“Beberapa bulan kemarin harga pala sempat turun jadi agak susah. Sekarang sudah mulai naik. Alhamdulillah sedikit lega karena bisa bantu biaya sekolah anak,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Sebaliknya, harga cengkeh mengalami penurunan tipis 1.000 dari 108 ribu menjadi 107 ribu rupiah per kilogram.

Menurut Ruben, seorang pengepul di Ternate, penurunan ini belum memberikan dampak besar karena musim panen belum dimulai.

Baca pula:  Tekuk Laskar Kie Raha, Bhayangkara FC Buktikan Janji Bikin Kejutan

“Cengkeh belum ramai masuk karena panen belum mulai. Harga turun sedikit tapi stok di pengepul juga masih terbatas,” katanya.

Sementara, penurunan paling tajam terjadi pada coklat yang merosot dari 70 ribu menjadi 55 ribu rupiah per kilogram.

Turunnya harga coklat disebut disebabkan pasokan yang melimpah di pasaran serta permintaan ekspor yang belum stabil.

“Kami berharap tren kenaikan harga pala dan fuli dapat terus bertahan hingga akhir tahun agar mampu menutupi kerugian akibat fluktuasi harga komoditas lainnya,” tutupnya. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID