Dorong Kemandirian Warga Binaan, Lapas dan Rutan Target Hasilkan 2 Produk Unggulan

Dorong Kemandirian Warga Binaan, Lapas dan Rutan Target Hasilkan 2 Produk Unggulan
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara, Drs Said Mahdar SH MH (kiri) bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Setiap Lapas dan Rutan di Provinsi Malut ditargetkan mampu menghasilkan dua produk unggulan. Upaya untuk mendorong kemandirian warganya sekaligus dukungan sektor UMKM.

Ternate, Pijarpena.id

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Pas) Provinsi Maluku Utara terus mendorong kemandirian warga binaan melalui pengembangan program pembinaan berbasis usaha dan ketahanan pangan.

Seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Provinsi Maluku Utara pun masing-masing ditargetkan memiliki sedikitnya dua produk unggulan di tahun 2025.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara, Drs Said Mahdar SH MH menyampaikan apresiasi pada pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan terhadap berbagai program pembinaan di lapas dan rutan.

Baca pula:  Jumlah Dapur Bertambah, MBG di Kota Ternate Mulai Sasar Kelompok 3B

Ia menjelaskan bahwa sejumlah program pemberdayaan yang berjalan, khususnya sektor UMKM dan ketahanan pangan, telah menunjukkan hasil menggembirakan.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI agar lembaga pemasyarakatan dapat berperan dalam meningkatkan produktivitas warga binaan.

“Produk-produk yang dihasilkan telah mampu diproduksi oleh Lapas dan Rutan di Maluku Utara. Ke depan, kami berharap produk ini bisa dipasarkan lebih luas, termasuk melalui kerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Pemkot Ternate,” ujar Said saat ditemui wartawan di kantor Kanwil Pemasyarakatan dan Imigrasi Maluku Utara pasca kegiatan hari Bakti ke-1 2025, Rabu (19/11/2025).

Baca pula:  Pemugaran Rampung, (masih) Ada Peluang Rekonstruksi Benteng Kastela

Menurutnya, target dua produk unggulan merupakan instruksi langsung dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Program ini diharapkan mendorong kemandirian warga binaan sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih besar.

“Mulai dari Tobelo hingga Sanana, semua Lapas harus memiliki produk unggulan dan pedagang pidana sebagai bagian dari pembinaan kemandirian,” tambahnya.

Said menegaskan, upaya ini bukan hanya untuk meningkatkan kompetensi warga binaan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi Lapas dan Rutan dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM di Maluku Utara. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID