Pasokan Bapok di Ternate Stabil, Beras dan Minyak Goreng Turun Harga

Pasokan Bapok di Ternate Stabil, Beras dan Minyak Goreng Turun Harga
Beras adalah salah satu produk yang beras menunjukkan tren penurunan harga pada pekan ketiga November 2025 dibanding pekan sebelumnya. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Harga dan pasokan Bapok di Kota Ternate terpantau stabil pada pekan ketiga November 2025. Beberapa komoditas produk justru alami penurunan harga dibanding pekan sebelumnya.

Ternate, Pijarpena.id

Sebulan jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, sejumlah bahan pokok (Bapok) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut) mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya.

Amatan Pijarpena.id di Pasar Higienis, beras adalah salah satu produk yang beras menunjukkan tren penurunan harga.

Secara rata-rata, harga beras pada beberapa merek turun sebesar dua ribu rupiah dimana dengan harga yang variatif antara Rp.15 ribu dan yang termahal sebesar Rp.25 ribu per kilogramnya.

Selain beras, minyak goreng juga turut alami penurunan harga. Minyak goreng sawit kini dijual Rp.19 ribu per liter dari sebelumnya Rp.20 ribu atau turun seribu rupiah. Yang mengalami penurunan cukup signifikan yakni minyak goreng Mas dari Rp.32 ribu menjadi Rp.25 ribu per liter.

Baca pula:  Ini Data Capaian PHTC Periksa Kesehatan Gratis Tahun 2025 Provinsi Malut

Telur dijual dengan kisaran harga Rp2.300-Rp2.400 per butir atau Rp.69 ribu per raknya. Sementara itu, pewarna makanan menjadi satu-satunya barang yang mengalami kenaikan dimana saat ini dijual Rp.35 ribu per pak.

Miranti (56), salah satu pedagang sembako di Pasar Higienis, mengatakan bahwa kondisi harga saat ini masih tergolong aman.

“Harga-harga masih stabil, belum ada bahan yang naik signifikan,” ujarnya pada Pijarpena.id, Kamis (20/11/2025) .

Ia kemudian merinci sejumlah harga bahan pokok yang dijual di pasar tersebut. Untuk komoditas kacang-kacangan, kacang putih dijual Rp.42 ribu per kilogram. Sedangkan kacang merah dihargai Rp.45 ribu per kilogram.

Baca pula:  TPID Ternate Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadhan

Sementara jagung dolor berada di harga Rp.16 ribu per kilogram. Beras ketan atau yang lazim disebut pulo, terpantau dijual pada kisaran Rp.24 ribu per kilogram dan untuk jenis ketan hitam dijual Rp.28 ribu per kilogram.

Menurut Miranti, harga bahan pokok diprediksi akan mulai bergerak naik pada satu minggu menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Ia menyebut kenaikan ini biasanya mengikuti pola tahunan meningkatnya permintaan masyarakat pada periode tersebut.

“Menjelang Nataru biasanya permintaan naik jadi harga ikut bergerak,” jelasnya.

Hingga saat ini, kondisi pasokan di Pasar Higienis masih mencukupi dan aktivitas jual beli berjalan normal tanpa adanya gejolak harga berarti.

Dengan kondisi ini, diharapkan memberi sedikit ruang bagi konsumen menghadapi perubahan harga kebutuhan jelang akhir tahun nanti. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID