3 Komoditas Perkebunan jadi Prioritas Hilirisasi di Maluku Utara

kardiyono
Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dirjen Perkebunan Kementan RI, Dr Kardiyono. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Kementerian Pertanian RI akan mendorong program hilirisasi khususnya pada komoditas perkebunan di Provinsi Maluku Utara. Tiga komoditas prioritas perkebunan disebut akan jadi sasaran utama.

Ternate, Pijarpena.id

Tiga komoditas secara nasional yang sedang didorong programnya untuk 2025 sampai dengan 2027 di Provinsi Maluku Utara yakni kelapa, pala, dan kakao.

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Ambon Dirjen Perkebunan Kementan RI, Dr Kardiyono mengatakan, pihaknya akan mendorong diprioritaskan tiga komoditas unggulan itu.

“Jadi hari ini Pak Menteri, Bapak Menteri, termasuk juga Bapak Bupati, termasuk kepala Dinas, baik di Maluku, Maluku Utara, kita menyampaikan program diversifikasi pertanian khususnya komoditas perkebunan,” ujar Kardiyono saat Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan di Provinsi Maluku Utara di Ballroom Bella Hotel Ternate, Selasa (28/10/2025).

Baca pula:  Punya 55 Potensi, KKMP Tabona (baru) Daftarkan 24 Jenis Usaha

Ia menyebutkan, pasca selesai penanaman pangan sudah tercapai, pihaknya beralih untuk melanjutkan ke komoditas yang lebih penting lagi yaitu perkebunan.

Menurut Kardiyono, Maluku Utara merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Lebih lanjut ia bilang, di tahun 2025 sudah ada 3.150 benih tanaman dan sebagian besar sudah didropping.

“Penyediaan benihnya sudah didropping sebagian besar kemudian penyediaan pupuknya juga dukungan berupa tenaga kerja jadi insentif untuk petani agar mereka semangat menanam,” ucapnya.

Selain itu, Kardiyono juga mengatakan, ada biaya untuk persiapan lahan termasuk tanaman dan penyediaan bahan baku untuk industri sehingga bisa mencukupi kebutuhan industri.

Sementara skema operasi penanaman, kata dia, akan dilakukan secara bertahap, seperti kelapa yang sudah jadi akan dilanjutkan nanti dengan pala setelah itu dilanjutkan dengan kakao. Ketika nantinya kakaonya sudah luas dan banyak, tinggal didorong lagi aneka produk kakao.

Baca pula:  Ini Data Capaian PHTC Periksa Kesehatan Gratis Tahun 2025 Provinsi Malut

“Jadi itu yang sedang jadi konsentrasi kita semua di perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah menyediakan tenaga kerja dan juga kesejahteraan petani di Maluku Utara,” tuturnya.

Kardiyono juga menambahkan, untuk kabupaten dan kota di Maluku Utara hampir semuanya sudah tersedia agroekosistem luasannya yang diprioritaskan untuk komoditas.

Pihaknya akan kerjasama dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pertanian termasuk juga di dalam penyiapan tenaga kerja.

“Artinya petani juga kita libatkan. Petani yang menerima program ini, kita fasilitasi Hari Ongkos Kerja (HOK) untuk upah tenaga kerjanya,” ucapnya.

Sementara penyiapan lahan dan penanaman sesuai dengan kemampuan dari kementerian besarnya 1,6 juta per hektar.

“jadi nanti tiap petani mendapatkan sejumlah itu,” pungkasnya. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID