BMKG memprediksi cuaca ekstrim berupa hujan lebat dan angin kencang akan menaungi wilayah Indonesia Timur termasuk Provinsi Maluku Utara (Malut) mulai 25-27 Oktober 2025. Pengguna jasa transportasi laut dihimbau memperhatikan informasi cuaca dan gelombang yang dikeluarkan otoritas tersebut.
Ternate, Pijarpena.id
FOD Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Maluku Utara (Malut), Muhammad Fauzi Bintiang mengatakan, hujan lebat beserta angin kencang berpotensi di wilayah Provinsi Malut sampai tanggal 27 Oktober 2025.
“Nanti rehat sebentar terus naik lagi potensinya di akhir bulan sekitar tanggal 30 Oktober 2025,” ujarnya pada pijarpena.id, Sabtu (25/10/2025).
Fauzi menjelaskan, hal ini dikarenakan adanya sirkulasi siklonik yang terbentuk di selatan Pulau Taliabu dan di perairan samudera Pasifik utara Morotai yang menyebabkan adanya konvergensi di wilayah Maluku Utara.
“Ada konvergensi di wilayah Maluku Utara dan suhu muka laut juga masih hangat jadi masih berpotensi terjadi pertumbuhan awan konvektif yang menyebabkan terjadi hujan disertai angin kencang,” jelasnya.
Dengan begitu, demi mengurangi resiko bencana, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan mengenali potensi bencana di lingkungan sekitarnya, sementara transportasi laut tetap mengikuti informasi dari BMKG.
“Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan, memotong pohon yang berpotensi roboh, melakukan gotong royong untuk mengurangi resiko bencana. Sementara transportasi laut agar memperhatikan informasi cuaca dan gelombang yang dikeluarkan oleh BMKG,” tutupnya. (rud/fm)
