50 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi Sepanjang Mei-November 2025

50 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi Sepanjang Mei-November 2025
Ilustrasi kekerasan (foto: freepick.com)

Dalam kurun waktu tujuh bulan, terjadi 50 kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Ternate. Masyarakat pun mulai sadar untuk melaporkan ada dugaan kekerasan.

Ternate, Pijarpena.id

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate mencatat terjadi 50 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang periode Mei hingga November 2025.

Dari jumlah tersebut, 30 kasus menimpa perempuan, sementara 20 lainnya menyasar anak. Angka ini meningkat dibandingkan periode Januari-Mei 2025 yang berjumlah 31 kasus.

Sekretaris DP3A Kota Ternate, Mirnawati Sarbin menjelaskan, kenaikan angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan bertambahnya tindakan kekerasan, melainkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor.

Baca pula:  Pasar Kontribusi Terbesar, ini Capaian PAD Disperindag Ternate pada 2025

Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang kini menjadi rujukan masyarakat saat menghadapi kasus kekerasan.

“Dengan adanya layanan UPTD PPPA, masyarakat semakin paham kemana harus melapor ketika terjadi kekerasan. Mereka tahu ada unit layanan pemerintah yang siap membantu,” ujarnya pada Pijarpena.id, Selasa (09/12/2025).

Selain UPTD, DP3A juga mengaktifkan layanan konseling keliling melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Program ini menyasar keluarga untuk memberikan pemahaman mengenai peran ayah, ibu, dan anak, serta membantu mendeteksi kondisi keluarga yang membutuhkan pendampingan.

“Konseling keliling lebih kepada pendalaman dinamika keluarga. Bagaimana peran ayah, peran ibu, dan kebutuhan anak. Itu semua menjadi bagian dari upaya kami mencegah kekerasan dari dalam lingkup keluarga,” jelas Mirnawati.

Baca pula:  Enggan Anggap Enteng Lawan, Pemain Malut United FC Diminta tetap Fokus Berjuang

DP3A juga gencar melakukan kampanye pencegahan kekerasan melalui penyebaran flyer dan pemasangan banner di ruang publik serta kantor-kantor layanan masyarakat.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap anak.

“Upaya-upaya ini kami jalankan agar program DP3A berjalan optimal dan dapat menekan angka kekerasan di Kota Ternate,” tambahnya.

Mirnawati berharap berbagai intervensi tersebut dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan kasus kekerasan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak. (rud/fm)

WhatsApp Channel PIJARPENA.ID