Di tahun 2025, lebih dari 3.000 bayi di Provinsi Malut dilaporkan alami kurang gizi. Angka ini jauh menurun dibanding tahun 2024 yang jumlahnya diatas 4.000.
Ternate, Pijarpena.id
Jumlah bayi yang alami bergizi kurang di Provinsi Maluku Utara (Malut) pada tahun 2025, dilaporkan mencapai angka di atas 3.000 bayi.
Berdasarkan โMaluku Utara dalam Angka Tahun 2026โ yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Malut pada 27 Februari 2026 yang bersumber dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Malut menyebutkan, angka bayi bergizi kurang (malnutrisi) di tahun 2025 berjumlah sebanyak 3.442.
Jumlah ini sendiri jauh menurun dibanding data tahun 2024 yang menyebutkan jika bayi dengan gizi kurang sebanyak 4.677 atau terjadi penurunan sebanyak 1.235.
Dari data tersebut, daerah yang mengoleksi bayi bergizi kurang terbanyak adalah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dengan jumlah 861. Kemudian Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dengan jumlah 557.
Dua Kabupaten lainnya yakni Halmahera Barat (Halbar) dan Halmahera Tengah (Halteng) disebutkan memiliki bayi bergizi kurang dengan jumlah yang sama yakni 358.
Sementara daerah dengan jumlah bayi bergizi kurang yang paling sedikit adalah Kota Tidore Kepulauan yang berada di angka 156.
Adapun jumlah di daerah lainnya yakni Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) sebanyak 283 dan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) berjumlah 254.
Untuk Kabupaten Pulau Morotai (Pulmor) sendiri berjumlah 224, Kota Ternate di angka 206 dan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) sebanyak 185.
Dari data itu pula disebutkan jika bayi yang lahir di Provinsi Malut sepanjang tahun 2025 berjumlah 25.076.
Namun, jika dihitung atau rekap berdasarkan jumlah rincian per kabupaten dan kota se-Provinsi Malut, tidak mencapai angka tersebut, namun hanya sebanyak 24.214.
Dari total jumlah 25.076 bayi lahir tersebut, disebutkan yang lahir dalam kondisi berat rendah sebanyak 590 atau di angka 2,44 persen.
Kabupaten Halsel masih menjadi daerah terbanyak dari seluruh daerah di Provinsi Malut sebanyak 113.
Halsel juga satu-satunya daerah yang jumlah berat bayi lahir rendah (BBLR)-nya di atas angka 100. (fhm)

