Saat ini, Pemprov Malut tengah menjalankan sejumlah program prioritas diantaranya subsidi uang komite sekolah, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jalan dan jembatan, jalan tani, ketahanan pangan serta percepatan pembangunan ibu kota Sofifi.
Ia mengutip arahan Gubernur bagi seluruh OPD untuk memperkuat kualitas perencanaan dengan pendekatan berbasis data, terukur, serta memiliki output dan outcome yang jelas.
Ia juga menegaskan pentingnya prinsip perencanaan tematik, holistik, integratif, dan spasial dalam setiap program pembangunan.
“Kita harus bekerja lebih cepat, lebih cerdas dan lebih transparan. Semua harus berpihak pada masyarakat,” ujarnya.
Sementara kepala Bappeda Provinsi Malut, Dr Muhammad Sarmin S Adam SSTP MSi mengatakan, agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju pelaksanaan Forum Kepala Daerah dan Musrenbang yang dijadwalkan pada Mei 2026.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten dan kota, sekaligus memastikan integrasi program pembangunan berjalan efektif,” ucapnya.
Dirinya juga memastikan, apa yang menjadi arahan gubernur akan ditindaklanjuti dimana seluruh program akan berjalan dengan koordinasi dan kolaborasi yang kuat agar memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
“Dengan komitmen bersama, perencanaan pembangunan ke depan akan semakin berkualitas dan mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,” tuntas Sarmin. (fhm)


