Ilustrasi pelaku UMKM wanita..
Ilustrasi pelaku UMKM wanita..

UMKM Gerakkan Ekonomi, Gubernur Sherly: “Wanita adalah Tulang Punggungnya”

Ternate, Pijarpena.id

Perayaan Hari Kartini, 21 April 2026, disebut jadi momentum mengenang seorang perempuan dengan cara berpikir yang berbeda dan sekaligus ajakan memperjuangkan ruang bagi perempuan untuk bisa belajar.

Hal ini dicetuskan Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos, saat membuka kegiatan pelatihan penguatan kapasitas UMKM di Bela Hotel Ternate, Senin (20/04/2026).

Dalam kesempatan sambutannya pada kegiatan yang juga dalam rangka perayaan Hari Kartini pada Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara ini, Gubernur Sherly menekankan agar perempuan di masa kini lebih berdaya dalam memanfaatkan ruang yang tersedia. 

Baca pula:  Di Jalur (yang) Tepat, Ini 6 Rancangan RTL Tanggulangi Kemiskinan di Malut

“Perempuan yang berdaya itu tidak hanya soal bertahan hidup, tapi memiliki keberanian dan kapasitas dalam mengambil suatu keputusan,” ucapnya.

Dikatakan, 60 persen sektor ekonomi diisi UMKM. Sehingga ketika UMKM bergerak, maka turut menggerakkan roda perekonomian di daerah tersebut.

“Dan tulang punggung dari UMKM itu sendiri adalah perempuan,” sergah Gubernur wanita pertama di Provinsi Malut itu.

Gubernur Sherly sendiri berharap pemerintah dapat menjadi fasilitator untuk memberikan kapasitas dan akses modal yang tepat.

Baca pula:  Optimis Miliki Kualitas, Malut United FC (dalam) Konfidensi Tinggi Bersua Bali United

“Kita ingin adanya kolaborasi bersama dalam menumbuhkan ekonomi di daerah melalui UMKM,” ujarnya.

Diungkapkan, salah satu tantangan UMKM di Malut ini adalah market atau pasar. Gubernur sendiri mengajak para pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan produk lokal.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Maluku Utara BI, Handi Susila dalam sambutannya mengatakan, perkembangan digitalisasi membuka peluang besar bagi UMKM di Maluku Utara untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

“Peluang ini menuntut penguatan kapasitas agar pelaku usaha benar-benar  mampu beradaptasi dan menjadikan transformasi digital sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya. (fhm)

Kanal WhatsApp
iklan pak25ang square