Malut United FC menyudahi musim 2025/2026 kompetisi sepakbola BRI Indonesia Super League dengan kekalahan telak 1-7 dari Borneo FC. Hasil yang mengantarkan Laskar Kie Raha harus finis di peringkat ke-6 klasemen akhir.
Ternate, Pijarpena.id
Malut United FC harus menelan pil pahit dengan mengalami kekalahan telak saat melakoni laga terakhir BRI Super League 2025/2026.
Bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/05/2026), Laskar Kie Raha dipaksa menyerah dengan skor 1-7.
Lebih dari setengah lusin gol Borneo FC itu dicetak lewat brace dua pemain yakni Mariano Peralta dan Koldo Obieta. Tiga gol Pesut Etam lainnya lahir dari Juan Villa, Muhammad Sihran serta Kaio Nunes.
Sementara satu-satunya gol Laskar Kie Raha dicetak pemain pengganti, Frets Butuan, yang baru masuk di babak kedua.
Turun dengan formasi yang berbeda dari biasanya akibat absennya sejumlah pilar, anak-anak asuhan Hendri Susilo sudah kebobolan empat gol di babak pertama.
Borneo FC yang mengincar kemenangan untuk menjaga asa menjadi juara (jika di waktu bersamaan Persib Bandung alami kekalahan), tampil agresif dan mencetak tiga gol dalam kurun waktu enam menit usai meraih gol pembuka di menit ke-8.
Mariano Peralta mencatatkan namanya di menit ke-8 dan menggandakannya di menit 11. Dua menit kemudian Juan Villa yang menjauhkan skor menjadi 3-0 di menit 13.
Tidak berhenti sampai disitu, Borneo terus membombardir pertahanan Malut United FC yang hanya tampil dengan dua pemain asing itu.
Alhasil, saat ketua tim masuk ruang ganti di akhir babak pertama, skor menunjukan 4-0 untuk tuan rumah, seusai tambahan satu gol dari Koldo Obieta di menit 27.
Di babak kedua, Borneo tidak menurunkan intensitas serangannya. Borneo tercatat melakukan 18 tembakan yang separuhnya mengarah ke gawang (on target).
Hasilnya, Pesut Etam berhasil menambah keunggulannya lewat gol kedua Koldo Obieta di menit 58 guna mengubah skor jadi 5-0.
Frets Butuan yang baru masuk di menit 64 babak kedua, sempat mengecilkan jarak menjadi 5-1 lewat golnya di menit 78 memanfaatkan umpan Septian David Maulana.
Namun, satu menit kemudian, Borneo FC menambah lagi keunggulannya menjadi 6-1 lewat gol Muhammad Sihran di menit 79.
Borneo FC pun menutup pesta golnya menjadi 7-1 di injury time menit 90+4 lewat pemainnya Kaio Nunes.
Hasil ini sendiri merupakan kekalahan terburuk yang pernah dialami Malut United FC dengan skor paling telak yang pernah terjadi.
Malut United FC pun menutup musim dengan turun ke peringkat ke-6 klasemen akhir BRI Super League dengan raihan 53 poin, hasil dari 15 kemenangan dan delapan hasil imbang serta 11 kekalahan sepanjang musim.
Sementara bagi Borneo FC sendiri, hasil ini setidaknya jadi pelipur lara gagal menjadi juara setelah di pertandingan lainnya, Persib Bandung meraih hasil imbang saat ditahan Persijap Jepara 0-0.
Dengan jumlah nilai yang sama (79), Persib Bandung berhak atas gelar juara berkat keunggulan head to head pertemuan kedua tim. (fhm)


