Pemprov Malut melalui Bappeda setempat, berkomitmen mendukung Instruksi Gubernur Sherly Tjoanda Laos untuk menjadikan daerah tersebut Provinsi Sangat Inovatif di Indonesia pada Tahun 2026.
Ternate, Pijarpena.id
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Utara (Malut) berkomitmen mendukung Instruksi Gubernur Maluku Utara jadikan Malut salah satu dari lima Provinsi Sangat Inovatif di Indonesia pada Tahun 2026 ini.
Guna mewujudkan komitmen tersebut, sebanyak 17 personil Tim Inovasi Bappeda Malut berkunjung ke Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Maluku Utara (Balitbangda Malut) pada Senin (08/06/2026).
Tim Inovasi Bappeda Malut yang Iksan selaku Sekretaris Bappeda Malut, diterima langsung Kepala Balitbangda Malut, H Ruslan Bian SP MSi bersama Tim Inovasi Balitbangda.
Dalam sambutannya, sebagaimana rilis yang diterima Pijarpena.id, kepala Balitbangda mengungkapkan jika kunjungan itu memberi angin segar peningkatan indeks inovasi daerah Maluku Utara tahun 2026.
“Kami sangat mengapresiasi inisiasi dari Bappeda berkunjung ke Balitbangda untuk dukung indeks inovasi daerah. Semoga kehadiran Bappeda Malut hari ini akan memberikan kontribusi dalam penginputan inovasi daerah bagi peningkatan indeks inovasi Malut,” ungkap mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ternate itu.
Sementara itu, Iksan mengungkapkan kunjungan Bappeda ke Balitbangda akan memberikan semangat baru kepada Tim Inovasi Bappeda untuk berkontribusi bagi peningkatan indeks inovasi daerah.
“Kunjungan Bappeda Malut ke Balitbangda hari ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya inovasi, memperluas kolaborasi, serta melahirkan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan Indeks Inovasi Daerah secara berkelanjutan dan menjadikan Maluku Utara sebagai 5 Provinsi Sangat Inovatif,” ungkap alumni Reform Leader Academy itu.
Pertemuan ini dilanjutkan dengan penyampaian materi Konsolidasi Persiapan Penginputan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 dari Tim Cici Novi Go Publik Balitbangda Malut, Marliani.
Hj Marliani menyampaikan perkembangan IID Malut dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin positif. Meskipun tetap berada dalam kategori Provinsi Inovatif, nilai IID Maluku Utara terus mengalami peningkatan yang signifikan.
“Dari 56,75 pada tahun 2023 dan berada pada peringkat ke-12 dari 38 provinsi, kemudian menjadi 58,47 pada tahun 2024 pada peringkat ke-14 dari 38 provinsi, dan kembali meningkat menjadi 63,64 pada tahun 2025 dan berhasil melonjak ke peringkat ke-10 dari 38 provinsi,” ungkapnya.
Selain itu, setiap inovasi dari perangkat daerah wajib disiapkan bukti dukung sebanyak 20 indikator yang akan diupload ke dalam aplikasi Innovative Government Award (IGA) Kemendagri yang akan dimulai sejak tanggal 23 Juni sampai dengan akhir Juli tahun 2026.
Terpisah, Kepala Bappeda Malut, Dr Muhammad Sarmin S Adam SSTP MSi mengungkapkan, pertemuan itu diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik, tetapi juga membangkitkan semangat baru bagi Tim Inovasi Bappeda untuk terus berkontribusi dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan komitmen bersama, kunjungan ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis yang mengantarkan Maluku Utara menuju predikat sebagai salah satu dari lima Provinsi Sangat Inovatif di Indonesia pada Tahun 2026,” pungkas Sarmin. (fhm)


