m saiful arsyad
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, M Saiful Arsyad. (Foto: Pijarpena.id/Rudi Ruhiat)

Pasar Kontribusi Terbesar, ini Capaian PAD Disperindag Ternate pada 2025

Sejumlah kendala disebutkan jadi alasan belum tercapainya PAD yang dikelola Disperindag Ternate yang hanya mencapai 75,76 persen dari yang ditargetkan. Kondisi pasar disebutkan jadi penyebab utama minimnya incomebagi daerah.

Ternate, Pijarpena.id

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang tahun 2025 sebesar 11 miliar rupiah lebih.

Capaian angka ini disebutkan belum memenuhi target yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate yakni sebesar 14,5 miliar rupiah atau hanya mencapai 75,76 persen target.

Sekretaris Disperindag Kota Ternate, M Saiful Arsyad mengaku terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi capaian ini. Angka itu disebut juga sudah hasil maksimal dari kondisi yang di lapangan.

“Salah satunya adalah masih banyaknya lapak dan kios yang kosong baik di Pasar Higienis Gamalama, Pasar Bastiong maupun pasar lainnya,” ujarnya pada Pijarpena.id, Senin (02/02/2026).

Baca pula:  Cetak 8 Gol, Yakob Sayuri jadi Pemain Lokal Indonesia Paling Subur

Selain itu, terdapat persoalan penataan lapak di mana beberapa pedagang menyewakan kembali pada pihak lain tanpa sepengetahuan pihaknya.

“Ada pedagang yang pindah tapi tidak mengembalikan lapak ke dinas malah disewakan lagi ke pihak lain. Ini yang sedang kita tertibkan,” jelasnya.

Kendala lain yang dihadapi adalah kondisi sarana dan prasarana pasar seperti kebocoran bangunan di beberapa lokasi yang menyebabkan pedagang keberatan membayar retribusi.

Faktor daya beli masyarakat dan keluhan pedagang terkait sepinya pembeli juga turut memengaruhi penerimaan PAD.

Meski demikian, Saiful menegaskan bahwa alasan tersebut tidak menjadi pembenaran untuk menurunkan target kinerja. Disperindag, kata dia, terus melakukan pendataan ulang potensi serta evaluasi agar seluruh sumber PAD dapat dioptimalkan.

Baca pula:  Kalah Telak dari Borneo FC, Malut United FC Tutup Musim di Luar 4 Besar

Terkait sumber PAD, Saiful menyebutkan bahwa kontribusi terbesar berasal dari sektor pasar terutama Pasar Higienis Gamalama dan Pasar Bastiong.

Bahkan, Lanjut mantan Kabag Humas Kota Ternate itu, Pasar Bastiong di tahun 2025 mampu menyumbang lebih dari satu miliar rupiah dalam kurun waktu satu tahun.

“Dari total 11 miliar rupiah PAD itu, kontribusi pasar cukup signifikan. Kalau seluruh potensi kios dan lapak terisi penuh, sebenarnya target PAD sangat mungkin tercapai,” kata Saiful.

Untuk tahun 2026, Disperindag Kota Ternate tetap menetapkan target PAD sebesar 14,5 miliar rupiah. Evaluasi realisasi akan dilakukan secara bertahap, salah satunya pada awal April 2026, termasuk melihat capaian dari zona atau terowongan pasar tertentu.

“Nanti kita evaluasi. Misalnya target satu zona itu dua miliar rupiah tapi realisasinya baru setengah, maka akan kita kaji kembali dan sesuaikan langkah ke depan,” pungkas Saiful. (rud/fm)

Kanal WhatsApp
iklan pak25ang square