bantuan batang dua
Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kecamatan Pulau Batang Dua, mulai di salurkan Pemprov Malut mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga serta dukungan logistik untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi dan kebutuhan hariannya terpenuhi. (Foto: Pijarpena.id/Fahmi Dj)

Pasca Gempa, Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan ke Lokasi Terdampak

Ternate, Pijarpena.id

Pasca musibah gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi termasuk Maluku Utara (Malut) pada Kamis (02/03/2026), pemerintah provinsi setempat mulai mendistribusikan bantuan logistik.

Salah satunya untuk para korban atau warga terdampak yang berada di wilayah Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate.

Bantuan itu sendiri mulai disalurkan setelah situasi berangsur membaik, dan BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada pukul 07.48 WIT atau waktu setempat itu tak ayal membuat BMKG pun mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Malut yang dirilis pada pukul 13.00 WIT, dampak kerusakan terpantau di sejumlah wilayah.

Baca pula:  Rilis Kerusakan Akibat Gempa, BPBD Malut: “Tidak ada Korban Jiwa”

Di Kota Ternate, khususnya Kecamatan Batang Dua, tercatat lima unit rumah rusak berat dan 18 unit alami rusak ringan.

Selain itu, sejumlah rumah ibadah juga mengalami kerusakan. Diantaranya empat gereja rusak ringan, satu rusak sedang dan dua rusak berat.

Bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) sendiri mulai disalurkan Kamis sore mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga serta dukungan logistik untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi dan kebutuhan hariannya terpenuhi.

Dari data yang diperoleh Pijarpena.id, sebanyak 500 kilogram beras, 30 kasur, satu tenda keluarga, 70 karton mie instan dan 1.200 paket lauk siap saji siap dikirimkan ke wilayah tersebut.

Termasuk juga bantuan pangan lainnya seperti minyak goreng, ikan kaleng, teh, susu kental manis dan gula serta logistik seperti terpal, paket perlengkapan anak dan selimut juga turut dikirimkan.

Distribusi bantuan ini sendiri disebutkan akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, di wilayah lain seperti Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dilaporkan terdapat kerusakan ringan hingga sedang serta evakuasi warga sebagai langkah antisipasi.

Baca pula:  Nyatakan Potensi Tsunami Berakhir, Ini Himbauan BMKG untuk Masyarakat

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos menegaskan langkah konkrit guna memastikan kehadiran penuh pemerintah di dampak yang dialami warga.

“Situasi saat ini sudah berangsur terkendali. Pemerintah memastikan seluruh masyarakat terdampak, khususnya di Batang Dua, mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Kami dan Pemkot Ternate hadir, dan akan terus mendampingi sampai kondisi benar-benar pulih,” kata Gubernur Sherly.

Gubernur Sherly juga mengapresiasi respons cepat seluruh unsur mulai dari pemerintah kabupaten dan kota, BMKG, BPBD, TNI dan Polri hingga masyarakat yang sigap melakukan evakuasi mandiri setelah menerima informasi resmi.

Sejak awal kejadian, penanganan darurat dilakukan secara terpadu dengan fokus pada keselamatan warga, pendataan dampak, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.

Dengan kondisi yang semakin terkendali dan dukungan semua pihak, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat. (fhm)

Kanal WhatsApp